Surabaya (beritajatim.com) – Densus 88 melakukan penangkapan terhadap terduga teroris di Pabean Cantikan, Surabaya pada hari Jumat (02/05/2023). Dalam penangkapan itu, BU yang pernah diamankan oleh Densus 88 pada tahun 2006 kembali ditangkap oleh pihak Densus 88 saat akan pergi dengan Ojek Online (Ojol) di depan gang rumahnya di Jalan Kapas Madya 3 Surabaya.
Beritajatim lantas mewawancarai teman masa kecil BU. Muhammad Abri namanya. Kini ia telah menjadi Ketua RT di Jalan Kapas Madya 3 Surabaya. Kepada Beritajatim, Abri menceritakan sejak kecil BU memang dikenal kurang komunikatif dan jarang bergaul. Berbeda dengan dua kakak dan satu adiknya. Namun, BU memang terkenal pandai sejak kecil.
“Memang pintar anaknya. BU ini pernah kuliah di salah satu PTN di Surabaya jurusan Teknik Kimia. Namun tidak selesai,” ujar Abri ketika ditemui di rumahnya, Minggu (04/05/2023).
Abri menambahkan, BU tidak berkumpul dengan warga. Namun, ia mempunyai tempat tongkrongan di Jalan Sasak. Menurut Abri, disanalah BU sering bertemu dengan orang-orang yang pernah ke Syria dan Yaman.
Bahkan, salah satu orang bernama Usman Mustofa Mahdami yang pernah dikabarkan menghilang bersama 15 WNI lainnya saat perjalanan ke Turki pada tahun pada tahun 2015 lalu pernah berkunjung ke rumah BU di Kapas Madya 3.
“Nongkrongnya di sana sama kelompoknya. Saya tahu ada Usman Mustofa Mahdami coba cek aja di google itu pernah datang kesini. Jadi saya tidak kaget dengan penangkapan BU,” imbuh Abri.
Kini, setelah BU ditangkap pada Jumat (02/05/2023) lalu, kondisi rumah BU sepi. Pantauan beritajatim, rumah dengan cat berwarna putih dan telah usang itu pintunya tertutup. Tidak ada aktivitas dari penghuni rumah. Diketahui, BU tinggal bersama dengan dua kakak kandungnya, istri dan lima anaknya.
Tim Densus 88 sempat kembali ke rumah BU pada hari Minggu, (04/05/2023) malam. Tiga orang berpakaian biasa nampak membawa dua kresek warna putih dan menuju rumah BU bersama dengan Abri. Dari keterangan Abri, 3 orang anggota kepolisian itu mengembalikan beberapa barang bukti yang sempat dibawa pada hari penangkapan BU.
“Ada beberapa buku lalu juga anak panah dan busur yang dikembalikan. Sesuai dengan yang mas kebetulan lihat tadi,” tegas BU.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Densus 88 kembali menggerebek sebuah rumah di Surabaya dan melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku terorisme, Jumat (02/05/2023). Penangkapan tersebut dilakukan di Jalan Kalimas Madya gang 3, Pabean Cantikan, Surabaya.
Ketua RT setempat, Muhammad Abri membenarkan penangkapan terduga teroris berinisial BU di wilayahnya. Abri menjelaskan jika saat penangkapan, BU hendak pergi dengan menggunakan Ojek Online (Ojol).
“Kemarin Jumat (02/05/2023) siang (penangkapannya) ada 30 anggota kepolisian. Ditangkap di depan gang saat naik ojek online,” ujar Abri saat ditemui beritajatim.com di kediamannya, Minggu (04/05/2023) malam.
BACA JUGA:
Densus 88 Tangkap Warga Pabean Cantikan Surabaya
Densus 88 Tangkap Warga Banyuwangi, Kades Gladag : Dia Orangnya Baik
Usai melakukan penangkapan, Abri dihubungi oleh salah satu petugas kepolisian untuk menjadi saksi dalam melakukan penggeledahan. Menurut Abri, saat itu petugas kepolisian membawa 43 buku berbahasa Indonesia tentang jihad, satu busur panah, dan 7 anak panah.
“Tidak ada buku berbahasa Arab. Semuanya berbahasa Indonesia. Ya buku tentang negara Islam dan Jihad,” imbuhnya.
Menurut Abri, BU tidak pernah bersosialisasi dengan tetangga sekitar. BU lebih sering menghabiskan waktunya di rumah dan sebuah tempat di Jalan Sasak. BU yang sudah sejak kecil tinggal di Jalan Kalimas Madya 3 itu dikenal pendiam.
“Saya bertetangga sejak kecil. Memang pendiam. Kalau disini kita berpapasan itu tidak pernah menyapa. Kita dulu yang menyapa. Itu Pun dia tidak menghiraukan,” papar BU. [ang/but]






