Hukum & Kriminal

Begini Langkah Pemkab Pamekasan Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggandeng agen desa dan menjalin kerjasama dengan Kantor Bea Cukai Madura, guna menekan angka peredaran rokok ilegal atau barang kena cukai ilagal di wilayah setempat.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui peredaran rokok ilegal yang tersebar di berbagai titik di Pamekasan, salah satunya dengan menggunakan Sistem Informasi Rokok Ilegal (Siroleg) milik Kantor Bea Cukai Madura.

“Teknisnya nanti kita akan menggunakan sistem Siroleg atau sistem informasi rokok ilegal, itu yang buat sistemnya dari Kantor Bea Cukai,” kata Kabag Perekonomian Setdakab Pamekasan, Sri Puji Astutik, melalui Kasubbag Sumber Daya Alam (SDA), Iska Fitratih, Kamis (3/6/2021).

Guna mendukung gagasan tersebut, pihaknya juga berencana untuk mengandeng pemerintah desa maupun kecamatan yang tersebar di 13 titik berbeda. “Nanti kita bentuk agent dengan cara kerjasama dengan pihak kecamatan dan desa, mereka nantinya bertindak sebagai informan tentang keberadaan rokok ilegal,” ungkapnya.

“Setiap ada informasi perihal toko atau warung yang menjual rokok ilegal, maka nanti kita masukkan ke Siroleg. Setelah terdata, selanjutnya akan diolah Kantor Bea Cukai guna dijadikan sebagai bagian dari langkah melakukan operasi pemeberantasan rokok ilegal atau barang kena cukai ilegal,” jelasnya.

Dalam merealisasikan target tersebut, pihaknya berencana mulai menggarap pada tahun ini di bawah komando Bagian Perekonomian Pemkab Pamekasan. “Selama ini, informasi data rokok ilegal dilakukan Disperindag, hanya saja belum sampai pada tahap pemberantasan dan hanya sebatas mengumpulkan informasi saja,” imbuhnya.

“Namun hingga saat ini agen informasi di desa-desa belum dibentuk, karena tengah dalam proses penggodokan data. Jadi nanti akan ada agen informasi atau informan di desa, dilanjutkan ke kecamatan yang nantinya akan memberikan informasi temuan rokok ilegal,” beber Iska.

Langkah melibatkan agen atau informan di tingkat desa, dinilai dapat membuahkan hasil maksimal guna menekan peredaran rokok ilegal. “Selama ini pengumpulan informasi hanya dilakukan oleh para karyawan dan petugas dari Disperindag saja, sehingga hasilnya terbatas,” pungkasnya. [pin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar