Hukum & Kriminal

Sengketa Warisan di Kabupaten Kediri

10 Tahun Berseteru, Musyawarah 2 Keluarga Ahli Waris Temui Jalan Buntu

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri menjembatani pertemuan antara keluarga Masrikah dengan Sutianah dan putrinya, Indah Sri Wahyuni dalam perseteruan kepemilikan tanah dan rumah peninggalan almarhum Ngarip di desa setempat. Indah Sri Wahyuni bermaksud mengambil kembali harta peninggalan kakeknya yang selama ini dikuasai oleh keluarga Masrikah, kerabatnya .

Musyawarah tersebut juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Ngadiluwih. Kapolsek Ngadiluwih, AKP Muklason mengatakan, pihaknya menjadi penengah antara kedua kubu yang berseteru, agar tidak terjadi tindak pidana yang merugikan kedua keluarga.

“Kami tidak memiliki wewenang untuk memutuskan persoalan kedua belah pihak. Yang kami lakukan, sebagai penengah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” kata AKP Muklason.

Sengketa kepemilikan rumah dan lahan antara dua keluarga ini sudah berlangsung selama 10 kali terakhir. Kali ini perseteruan tersebut memasuki babak baru.

Setelah pengadilan negeri setempat mengeksekusi obyek tersebut, karena putusan Mahkamah Agung yang mengambulkan permohonan keluarga Masrikah, kini giliran Indah Sri Wahyuni yang berencana menempatinya. Hal itu berdasarkan putusan Pengadilan Agama Kabupaten Malang, yang menyatakan sebagai ahli waris yang sah.

Sudiarto, selaku penasihat hukum Indah Sri Wahyuni membawa salinan penetapan Pengadilan Agama Kabupaten Malang. Dimana, Pengadilan Agama mengabulkan permohonan dan menetapkan Sutianah binti Rifai dan Indah Sri Wahyuni binti Mulyani sebagai ahli waris, pewaris Mulyani bin Ngari. Oleh sebab itu, Indah Sri Wahyuni meminta supaya keluarga Masrikah untuk segera angkat kaki.

“Setelah ada penetapan waris di Pengadilan Agama, terbitlah keputusan dari Pengadilan Agama. Indah ingin menempati rumah dan lahan-lahannya kembali, luasnya kurang lebih ada sekitar 3 hektare dan dua bangunan rumah dan tanah serta kebun,” kata Sudiarto, SH. MH.

Sudiarto berharap, keluarga Masrikah bisa meninggalkan seluruh harta warisan almarhum Ngarim dengan secepatnya. Mengingat, selama dikuasai oleh Masrikah ada beberapa bidang lahan yang diduga telah beralih tangan dan penjualan kayu jati.

Sementara itu, setelah menerima penetapan ahli waris dan keputusan dari Pengadilan Agama Kabupaten Malang, pihak Indah Sri Wahyuni langsung melakukan koordinasi dengan Pengadilan Negeri yang sebelumnya menyidangkan sengketa lahan itu.

Hasilnya didapat, bahwa perkara tersebut bukan kategori persengketaan yang harus diputuskan di Pengadilan Negeri, sehingga tidak perlu mengajukan permohonan eksekusi. Namun telah memiliki hak mutlak dari harta warisan tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan Pengadilan Negeri, karena memang tidak sengketa, dan telah diatasi Pengadilan Agama, sehingga hanya penetapan waris saja. Bukan persengketaan yang harus diajukan ke Pengadilan Negeri untuk eskekusi,” bebernya.

Sementara itu, pihak keluarga Masrikah bersikukuh untuk mempertahankan dua bangunan rumah dan lahan kurang lebih 3 hektare itu. Meraka beralasan, Mahkamah Agung telah mengabulkan permohonan dalam sidang peninjauan kembali (PK).

Menurut Masrikah, selain belum menerima salinan penetapan ahli waris dari Pengadilan Agama Kabupaten Malang, penetapan tersebut dianggap tak berpengaruh terhadap hasil PK dan obyek yang dimaksud berbeda.

Karena tidak ada titik temu antara kedua belah pihak, Pemerintah Desa Rembang akhirnya mengakhiri musyawarah tersebut. Untuk diketahui, Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri mengeksekusi rumah di Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih yang ditempati keluarga Indah Sri Wahyuni, awal Februari 2019 lalu. Eksekusi pengosongan dilakukan setelah Mahkamah Agung mengabulkan permohonan keluarga Masrikah, kerabatnya.

Akan tetapi, pada tahun 2006 lalu, Indah Sri Wahyuni sempat memenangkan sengketa kemilikan rumah itu, yang awalnya dihuni kerabatnya. Dalam eksekusi tak hanya bangunan rumah, melainkan 10 bidang lahan yang luasnya lebih kurang 3 hektare. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar