Magetan (beritajatim.com)– Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan selama lebih dari tiga jam memicu tanah longsor di Kecamatan Poncol, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Sedikitnya 10 titik longsor terjadi di Desa Plangkrongan dan Desa Genilangit.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah rumah warga serta akses jalan terdampak material longsoran.
“Longsor terjadi di sembilan titik di Desa Plangkrongan dan satu titik di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol. Kejadian dipicu hujan yang berlangsung lebih dari tiga jam,” ujar Eka Radityo dalam laporan resmi BPBD Magetan.
Beberapa rumah warga yang terdampak antara lain milik Juri (40), Parlan (40), Sabar (70), Surat (58), Sujono (72), Tukimen (46), Indri (30), dan Sukatno (50). Selain itu, pondasi dapur rumah milik Juri dilaporkan longsor dengan ukuran sekitar panjang 15 meter dan tinggi 30 meter.
Material longsor juga sempat menutup sebagian badan jalan desa. Tebing setinggi sekitar lima meter dengan panjang 10 meter dilaporkan menimpa sekitar 30 persen badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat.
Di titik lain, longsoran tebing juga merusak bagian tembok rumah dan fasilitas warga, termasuk kamar mandi dan kandang ternak. Selain itu, talud jalan usaha tani di Desa Genilangit dengan tinggi sekitar 3,5 meter dan panjang sekitar 20 meter juga dilaporkan longsor.
BPBD Magetan menerima laporan kejadian tersebut dari Polsek Plaosan sekitar pukul 19.00 WIB. Tim Pusdalops PB dan TRC BPBD kemudian menuju lokasi pada pukul 20.45 WIB untuk melakukan asesmen.
“Sekitar pukul 21.30 WIB dilakukan pemasangan terpal sebagai upaya mitigasi jika terjadi longsor susulan,” kata Eka.
Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk penanganan awal. Warga dijadwalkan melakukan kerja bakti secara mandiri pada Selasa (10/3/2026) guna membersihkan material longsor.
Penanganan kejadian ini melibatkan BPBD Magetan, TNI, Polri, pemerintah desa setempat, serta masyarakat sekitar.
BPBD Magetan juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan. Warga diminta memperhatikan tanda-tanda potensi longsor seperti munculnya retakan di tanah atau dinding rumah, pohon atau tiang yang mulai miring, serta keluarnya air keruh dari celah tanah.
“Apabila terdapat tanda-tanda tersebut, masyarakat diharapkan segera melapor kepada perangkat desa atau pihak berwenang agar dapat segera dilakukan langkah antisipasi,” pungkasnya. [fiq/aje]






