Bondowoso, (beritajatim.com) – Guyuran hujan sejak sore hingga malam hari membuat Festival Muharram 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso tampak sepi pengunjung pada hari pertama, Minggu (6/7/2025).
Padahal, festival ini menjadi momen penting untuk menampilkan capaian masyarakat dalam berbagai sektor seperti pendidikan, UMKM, kesehatan, dan bidang lainnya.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengakui bahwa cuaca menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan festival kali ini.
Meski begitu, ia tetap optimistis bahwa antusiasme masyarakat akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Karena hujan, pengunjung sangat terbatas. Tapi sebelumnya kita sudah menginfokan kegiatan ini lewat pameran di kecamatan. Kita berharap, mungkin setelah hari ini, besok dan seterusnya masyarakat berbondong-bondong mengunjungi,” ujar Bupati di lokasi kegiatan.
Festival ini diharapkan menjadi tolok ukur tahunan perkembangan daerah dan wadah bagi masyarakat untuk merasa memiliki atas kemajuan yang telah
dicapai.
“Dengan festival ini, kita berharap masyarakat bisa melihat perkembangan dalam pendidikan, UMKM, kesehatan, dan sebagainya. Dari situ kita tahu seberapa jauh Bondowoso berkembang dalam setahun,” tambahnya.
Tak hanya sebagai ajang evaluasi, festival ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk melaksanakan hajat rutin dan memperkuat partisipasi publik terhadap pembangunan daerah. [awi/aje]







1 Komentar
Bagaimana dampak cuaca terhadap antusiasme masyarakat dalam menghadiri Festival Muharram 2025 di Bondowoso, dan apa langkah yang bisa dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga partisipasi publik di tengah kondisi tak terduga seperti hujan?
Visit us it.telkomuniversity (IT Telkom)