Banyuwangi (beritajatim.com) – Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu Banyuwangi, terutama di kawasan Pegunungan Raung dan Ijen. Kondisi ini memicu kenaikan debit sejumlah sungai yang melintasi Banyuwangi, hingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan pasokan air bersih warga terganggu.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk siaga dan cepat merespons situasi tersebut.
“Semua OPD harus siaga dan respon cepat lakukan langkah-langkah antisipasi. Alat-alat berat telah kita turunkan, untuk membersihkan material yang terbawa aliran sungai,” kata Ipuk, Selasa (1/7/2025).
Ipuk juga memerintahkan petugas untuk terus memantau daerah-daerah yang dilalui aliran sungai dengan debit air tinggi, seperti Kecamatan Singojuruh, Songgon, Licin, dan Kalibaru.
Sebelumnya, hujan lebat pada Jumat dan Sabtu (27-28/6/2025) di kawasan hulu Gunung Raung dan Ijen menyebabkan debit air meningkat di beberapa sungai utama, seperti Sungai Badeng di Kecamatan Songgon, Sungai Gunung Raung Kalibaru Wetan, dan Sungai Bedengan di Kecamatan Licin. Meski sempat meluap, air tidak sampai masuk ke permukiman warga. Namun, luapan ini tetap menimbulkan sejumlah kerusakan, mulai dari pipa air bersih yang putus, penimbunan sedimen sungai, hingga kerusakan bendung dan jembatan.
Pemkab Banyuwangi langsung bergerak cepat. Petugas BPBD melakukan pembersihan material dan endapan, sementara inventarisasi kerusakan serta perbaikan mulai dijalankan.
“Perbaikan-perbaikan secepatnya diselesaikan. Kami juga terus memasok air bersih terus dipasok untuk kebutuhan warga terdampak,” lanjut Ipuk.
Kepala BPBD Banyuwangi Danang Hartanto menyebut pipa air bersih yang putus akibat tergerus luapan sungai akan segera diperbaiki dinas terkait. Sementara untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi, distribusi air bersih terus dilakukan.
“Distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan warga, hingga saluran pipa selesai diperbaiki,” kata Danang.
Sebagai contoh, di Kecamatan Songgon selama dua hari, Minggu-Senin (29-30/6/2025), Pemkab telah menyalurkan sekitar 60 ribu liter air bersih atau 12 rit ke tiga desa terdampak yakni Sragi, Sumberarum, dan Songgon.
“Dinas PU Pengairan sudah menghitung kerusakan dan estimasi anggarannya. Kita targetkan dalam minggu ini sudah bisa terpasang sehingga kebutuhan air bersih warga bisa tercukupi,” ungkap Danang.
Tak hanya perbaikan pipa, Pemkab juga menangani infrastruktur lainnya. Dua jembatan dilaporkan rusak, yaitu jembatan penghubung Desa Sumberbuluh dan Desa Songgon yang pondasinya ambrol, serta jembatan kecil penghubung Dusun Krajan dan Dusun Gumukcandi, Desa/Kecamatan Songgon.
Di sisi lain, dua bendung di wilayah hulu, yakni Bendung Sardi dan Bendung Badeng, juga dibersihkan dari sedimen yang menumpuk. Kedua bendung ini menjadi sumber irigasi bagi puluhan hektare sawah di Songgon.
Kepala Bidang Binamarga PU CKPP Banyuwangi, Ebta Ardarisandi, memastikan penanganan segera dilakukan.
“Untuk jembatan Desa Sumberbuluh, bisa langsung kita kerjakan hari ini. Semoga cuaca bersahabat dan debit air turun,” ujarnya. [alr/beq]






