Bondowoso (beritajatim.com) – Bencana cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bondowoso pada Rabu (29/4/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB ini mengakibatkan puluhan unit rumah warga mengalami kerusakan ringan serta dua orang dilaporkan menderita luka-luka.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan langsung dari masyarakat melalui grup WhatsApp pada pukul 14.00 WIB.
“Begitu laporan masuk, kami langsung mengaktifkan tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan melakukan asesmen cepat di lokasi kejadian,” ujar Kristianto saat ditemui, Rabu malam.
Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Bondowoso, lokasi terdampak tersebar di dua kecamatan. Di Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, tercatat 14 unit rumah milik warga atas nama Selayar, Asis, Sayudi, Sunoto, Surakma, Toyani, Nawawi, Maida, Sumiati, Nida, Sulaiman, Yusup, Misyana, dan Subandiah mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. Satu orang korban luka atas nama Selayar juga dilaporkan dari lokasi ini.
Sementara itu, di Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, angin kencang merusak lima unit rumah milik Rumiyati, Misto, Susilowati, Heriyanto, dan Jumiyati. Dari lokasi ini, satu warga bernama Heriyanto juga dilaporkan mengalami luka ringan.
“Kerusakan yang terjadi mayoritas pada bagian atap rumah yang tersapu angin kencang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tambah Kristianto.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur pada 29–30 April 2026, dengan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat. Prakiraan cuaca BMKG juga menyebutkan Bondowoso berpotensi mengalami hujan ringan pada periode tersebut.
Penanganan bencana ini melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD Bondowoso, Koramil Curahdami, Pemerintah Kecamatan Bondowoso dan Curahdami, Pemerintah Desa Kembang dan Jetis, Agen Bencana Jatim, PMI, serta warga setempat.
“Tim kami bersama aparat kecamatan dan desa terus melakukan asesmen dan pendataan. Kami juga telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan untuk rencana tindak lanjut,” jelas Kristianto.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem mengingat wilayah Bondowoso masih berada dalam masa peralihan musim.
“Kami mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan angin kencang untuk lebih berhati-hati, terutama saat hujan deras disertai angin. Segera laporkan ke perangkat desa atau hubungi kami jika menemukan kondisi berisiko,” pesan Kristianto. (awi/kun)






