Lamongan (beritajatim.com) – PAC Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia) Paciran bakal menggelar festival tongklek se-Kabupaten Lamongan, pada hari Minggu (22/10/2023) mendatang. Ada 20 grup tongklek yang bakal meramaikan festival tersebut.
Menurut Ketua PAC Lesbumi Paciran, Luqman Hakim, festival tongklek Lamongan bertajuk “Eksistensi Tradisi dan Budaya untuk Merawat Bumi” ini digelar sebagai wadah bagi para pemuda untuk mengasah bakat, minat, kreativitas serta inovasinya.
Luqman juga mengatakan, kegiatan festival tongklek ini digelar bekerjasama dengan Komunitas Ginyo Lamongan dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan.
“Festival atau lomba tongklek yang merupakan seni tradisional yang dulunya sering disebut musik gugah sahur ini digelar pada hari Minggu besok pukul 19.00 WIB. Diikuti 20 grup, dipusatkan di Desa Drajat, Kecamatan Paciran,” kata Luqman, Kamis (19/10/2023), usai menggelar technical meeting (TM) festival.
Dituturkan pula oleh Luqman, festival ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2023. Festival Tongklek ini akan melintasi rute start di parkir utara Makam Sunan Drajat – Lapangan Babrek – Jalan Utama Desa Drajat – Alun-alun Desa Drajat lalu finish di Makam Sunan Drajat.
Luqman berharap, kegiatan festival ini mampu memperluas cakrawala pengetahuan seni, budaya sekaligus meningkatkan kemampuan bersosialisasi, kolaborasi dan toleransi sesama pegiat seni budaya serta penikmatnya.
“Semoga kegiatan yang menampilkan karya kreatif dan inovatif bagi para pemuda ini juga mampu mengedepankan nilai-nilai seni budaya dan sportivitas dalam pengembangan diri secara optimal,” harapnya.
Lebih lanjut, Luqman menyebut bahwa Pengurus Ranting NU se-MWC Paciran dan Kepala Madrasah/Sekolah NU se-Paciran saat ini juga diintruksikan untuk mengibarkan bendera Merah Putih, memasang umbul-umbul NU dan spanduk HSN.
Hal itu sesuai hasil rapat Pengurus MWC NU bersama seluruh jajaran Pengurus Ranting NU dan PAC Banom NU pada hari Sabtu (14/10/2023), berkaitan dengan penyelenggaraan peringatan HSN 2023.
“Bendera dan umbul-umbul itu dipasang di Kantor NU, Lembaga Pendidikan atau Pondok Pesantren dan tempat-tempat yang dianggap strategis di wilayah ranting masing-masing, mulai tanggal 20 sampai 31 Oktober 2023,” sebutnya.
Tak cukup itu, sambung Luqman, seluruh dewan guru dan peserta didik di lembaga masing-masing juga diwajibkan mengenakan pakaian khas santri selama pelaksanaan KBM, berlaku mulai besok Kamis (19/10/2023) sampai Minggu (22/10/2023).
“Digelar pula pembacaan Sholawat Nariyah secara serentak pada hari Sabtu (21/10/2023) malam di Masjid, Mushola, Pondok Pesantren atau di tempat-tempat yang dianggap representatif, kemudian Apel HSN pada besoknya,” pungkasnya.[riq/kun]
BACA JUGA: Polres Lamongan Siap Amankan Pemilu 2024






