Surabaya (beritajatim.com)- Peran Human Resources (HR) kini mengalami pergeseran signifikan. Tak lagi sebatas urusan administrasi, HR dituntut menjadi aktor strategis dalam pengambilan keputusan bisnis.
Hal ini mengemuka dalam webinar bertajuk “Shaping the Future of HR: How HR Data Powers Smarter Decisions” yang diselenggarakan oleh Magnet Solusi Integra.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Carolus Satrio Utomo, praktisi HR, serta Alief Hermawan, S.Stat, Chief Regional Data Strategis PT XL Smart Telkom Sejahtera Tbk.
Carolus menegaskan bahwa selama ini banyak HR masih terjebak pada peran administratif. Padahal, data HR memiliki potensi besar sebagai dasar pengambilan keputusan strategis perusahaan.
“Data HR itu kunci untuk keputusan yang lebih cerdas. Mulai dari perencanaan kebutuhan talenta, pencapaian target kerja, hingga mitigasi risiko bisnis,” ujar Carolus.
Ia mencontohkan, perusahaan bisa menganalisis kinerja karyawan baru selama enam bulan pertama untuk menentukan strategi jangka panjang. Data tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan pelatihan, promosi, hingga perencanaan tenaga kerja.
Dalam industri perhotelan, data karyawan digunakan untuk memprediksi kebutuhan tenaga kerja di tahun berikutnya, termasuk menentukan jumlah pelatihan yang dibutuhkan.
Sementara di sektor telekomunikasi, data HR membantu memetakan kebutuhan sumber daya manusia untuk setiap proyek pembangunan tower. Mulai dari jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan hingga durasi kerja dari awal sampai akhir proyek.
“HR seharusnya menjadi pondasi utama dalam mitigasi risiko. Bahkan dengan dukungan data, HR bisa menjalankan banyak fungsi sekaligus layaknya sebuah ‘avatar’,” jelas Carolus.
Lebih lanjut, Carolus menekankan pentingnya perubahan paradigma bahwa people data merupakan aset strategis perusahaan. HR tak boleh lagi hanya berperan sebagai supporting unit, melainkan harus menjadi business partner yang ikut menentukan arah kebijakan perusahaan.
Namun, tantangan masih ada, terutama dalam hal kolaborasi lintas departemen dan integrasi data antarinstansi.
Senada dengan itu, Alief Hermawan menyoroti pentingnya data historis dan deskriptif dalam menganalisis perilaku karyawan.
“Misalnya tingkat resign karyawan. HR mungkin mencatat alasannya, tapi data historis bisa menunjukkan akar masalahnya, seperti target kerja yang terlalu tinggi,” ungkap Alief.
Menurutnya, data bukan hanya untuk laporan, tetapi harus menjadi alat prediksi pola dan tren agar manajemen dapat mengambil keputusan yang lebih bijak.
Ia juga menekankan pentingnya sistem penyimpanan data yang baik agar perusahaan lebih efisien dan hemat biaya dalam jangka panjang.
Webinar ini menegaskan bahwa masa depan HR adalah data-driven HR. HR yang mampu mengelola dan menganalisis data akan memiliki peran strategis dalam menentukan kebijakan bisnis, bukan sekadar mengurus administrasi personalia.
Hadir dalam kesempatan webinar kali ini Direktur PT Magnet Solusi Integra, Dra I Novianingtyastuti, MM.Psikolog. (aje)







