Blitar (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Blitar Kota masih menyelidiki lebih dalam kasus penemuan 2 mayat perempuan di jalan Sulawesi Kelurahan Karangtengah Kota Blitar. Olah TKP pun langsung dilakukan oleh pihak kepolisian. Dari hasil olah TKP ternyata HP korban yang notabene majikan dan juga asisten rumah tangga (ART) sama sama hilang. Benarkah ini pertanda alias bukti bahwa mereka merupakan korban pembuhuhan.
Hasil sementara diketahui ada sejumlah barang berharga milik korban yang hilang. Salah satunya yakni HP milik korban tidak ditemukan di dalam rumah.
“Masih kita dalami, untuk penyebabnya hari ini kita datangkan dokter dari RS Bhayangkara Kediri untuk mengetahui adanya dugaan kekerasan atau pembunuhan kita dalami kita update lagi,” kata AKP Hendro Utaryo, Kasatreskrim Polres Blitar Kota, Selasa (02/01/24).
Dari keterangan sejumlah saksi yang ikut mengangkat kedua mayat, diketahui bahwa ada bekas luka. Yang terlihat jelas adalah pada mayat pembantu Erlin.
Menurut saksi mata, pembantu Erlin mengalami luka di wajah serta kepala bagian atas. Kuat dugaan keduanya tewas akibat dibunuh oleh seseorang.
“Kalau dugaan ada kematian tidak wajar tapi kami belum bisa memastikan masih kita dalami lebih lanjut,” imbuhnya.
Rencananya kedua mayat tersebut akan dilakukan autopsi di RSUD Mardi Waluyo Blitar. Autopsi akan dilakukan oleh tim dokter dari RS Bhayangkara Kediri.
Pengambilan sidik jari di tempat kejadian perkara juga akan dilakukan oleh Satreskrim Polres Blitar Kota untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan majikan dan pembantunya tersebut.
“Ada bercak darah sedikit makanya hari ini akan kami lakukan pengambilan sidik jari,” tegasnya.
Sebelumnya Erlin (47) dan sang pembantu ditemukan meninggal dunia dengan kondisi membusuk. Erlin atau yang biasa disapa sinyo ditemukan meninggal di bagian dapur rumah. Sementara sang pembantu meninggal di teras rumah. [owi/aje]






