Ponorogo (Beritajatim.com) – Aris Setyawan adalah contoh nyata bagaimana hobi yang ditekuni dengan serius dapat berubah menjadi sumber penghasilan yang mengalir. Sosok yang kini berumur 34 tahun itu, mengawali kesuksesan dari ketertarikannya pada dunia fotografi saat masih muda, kini Ia berhasil mendirikan studio foto yang populer dan merambah sebagai konten kreator di media sosial.
Pekerjaannya pun tak hanya sebatas mengambil gambar, tetapi juga mencakup pembuatan konten kreatif yang berhasil menjaring banyak klien. Warga Jalan Wonopringgo Gang IV Kelurahan Kertosari itu, fotografi bukanlah hal yang asing.
Sejak masih duduk di bangku kuliah, Ia sudah menyukai kegiatan mengambil gambar, meski awalnya hanya menggunakan ponsel. Seiring berjalannya waktu, ketertarikannya pada fotografi semakin besar, hingga memutuskan untuk mencicil sebuah kamera DSLR pertamanya.
“Saya awalnya suka foto-foto pakai handphone. Ketika kuliah, saya mulai mencicil kamera pertama, Nikon jadul. Saya mulai belajar fotografi dengan memotret hal-hal sederhana seperti human interest, landscape, dan hewan. Belum sempat memotret orang kala itu, karena saya memang tidak punya relasi apa-apa. Tapi dari teman-teman dekat, saya mulai mendapatkan kesempatan untuk memotret orang-orang terdekat dan keluarga,” ungkap Aris, pada Rabu (2/10/2024).
Mulai dari situ, relasinya berkembang. Dari sekadar hobi, permintaan untuk memotret semakin banyak, hingga Ia akhirnya memutuskan untuk membuka Ariess Photo Studio.
“Semakin ke sini, banyak orang yang request untuk saya foto. Relasi pun berkembang, hingga akhirnya memberanikan diri untuk membuka studio foto sendiri, Ariess Photo Studio,” katanya.
Perjalanan Aris di dunia fotografi tak terjadi dalam semalam. Pada tahun 2009, Ia memulai dengan mengambil gambar secara otodidak. Namun, baru pada tahun 2013, Ia mulai serius terjun ke dunia fotografi dengan lebih profesional.
“Saya mulai memotret secara profesional pada tahun 2013, dan benar-benar total sebagai fotografer profesional pada tahun 2015,” jelasnya.
Meski persaingan di dunia fotografi sangat ketat, Aris tetap optimis. Yang membedakan dirinya dengan fotografer lain adalah kemampuannya untuk menggabungkan fotografi dengan konten kreator, terutama di media sosial.
“Tukang foto itu banyak, tapi yang membedakan saya adalah fokus saya pada dunia konten kreator. Di bio sosial media saya tertulis jelas: wedding, prewedding, dan konten kreator. Itu yang saya tonjolkan,” ungkapnya.
Sebagai konten kreator, Aris melihat bahwa pasar untuk wedding dan prewedding cukup terbatas. Sementara itu, menjadi konten kreator membuka peluang lebih luas untuk menjangkau lebih banyak orang.
“Konten kreator itu bisa mencakup mass market. Kalau hanya wedding, target kita hanya orang yang akan menikah, sedangkan konten kreator bisa menjangkau siapa saja,” kata Aris.
Melalui kolaborasi dengan model dan make up artist (MUA), Aris selalu berusaha menjaga kualitas kontennya. Setiap hari Ia konsisten memposting konten, memastikan engagement di akun sosial medianya tetap tinggi.
Aris juga bercerita bahwa seringkali kontennya masuk ke halaman FYP (For You Page) di platform media sosial seperti TikTok, yang membuatnya dikenal lebih luas. Dari situ, banyak orang yang kemudian mencari tahu lebih lanjut tentang dirinya melalui bio akun sosial media, hingga berujung pada jasa fotografi yang Ia tawarkan.
Kini, setelah 10 tahun berkarir, Aris Setyawan berhasil membuktikan bahwa dengan tekad dan dedikasi, hobi sederhana bisa berubah menjadi profesi yang sukses. Dengan tetap fokus pada kualitas dan inovasi, Aris terus berkembang di dunia fotografi dan konten kreator.
“Dukanya, kita harus selalu mengikuti algoritma. Capek nggak capek, tetap harus bikin konten setiap hari, meskipun lagi sakit sekalipun. Tapi karena ini bidang yang saya senangi, saya tetap enjoy menjalaninya,” tutup Aris. [end/beq]






