Gresik (beritajatim.com) – Semangat kolaborasi ditunjukkan para pengusaha muda dari Gresik, Surabaya, dan Mojokerto yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Sinergi lintas daerah ini diyakini mampu memperkuat ekosistem usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur secara berkelanjutan.
Pertemuan yang dikemas dalam kegiatan business matching tersebut menghadirkan pelaku UMKM, startup digital, hingga pengusaha sektor manufaktur dan kreatif. Forum ini menjadi momentum penting untuk membangun jejaring bisnis yang lebih solid di kawasan Gresik, Surabaya, dan Mojokerto.
Ketua HIPMI BPC Gresik Nur Rachmad Yani Hidayatullah mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar produk yang dihasilkan pelaku usaha dapat naik kelas sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tahap awal kami berkolaborasi dengan HIPMI Kota Mojokerto dan Surabaya. Apa yang mereka punya atau sebaliknya bisa saling mengisi,” katanya, Sabtu (15/2/2026).
Ia menambahkan, ke depan HIPMI Gresik akan memperluas kolaborasi serupa dengan daerah lain untuk memperkuat jaringan usaha para anggotanya.
“Pertemuan ini membuka peluang jejaring bisnis, mengingat pelaku usaha HIPMI memiliki produk yang tidak kalah dengan produk impor,” ujarnya.
Sementara itu, pelaku usaha muda asal Mojokerto, Jaka Prima, memperkenalkan sejumlah produk unggulan, seperti pengadaan alat kesehatan, agribisnis lifestyle, minyak atsiri, hingga jasa konstruksi. Ia menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dengan HIPMI Gresik sebagai salah satu kawasan industri besar.
“Kami siap berkolaborasi dengan HIPMI Gresik sebagai daerah industri skala menengah maupun besar,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ketua HIPMI Kota Surabaya Benny Setiawan. Ia menilai pertemuan ini sangat positif dalam memperkuat jejaring bisnis antarwilayah yang memiliki karakter sebagai kota industri.
“HIPMI Kota Surabaya siap berpartner dan membuka jejaring bisnis dengan daerah lain,” ujarnya.
Melalui kegiatan business matching ini, para pengusaha muda sepakat memperkuat kerja sama di berbagai bidang, mulai dari distribusi produk, digital marketing, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi berbasis industri 4.0. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal agar dapat menembus pasar nasional maupun internasional. [dny/but]






