Jember (beritajatim.com) – Jalur lalu lintas Kabupaten Jember – Banyuwangi, Jawa Timur, melalui Gunung Gumitir merupakan jalur rawan kecelakaan lalu lintas. Berkali-kali terjadi kecelakaan yang bahkan sempat memakan korban jiwa di sana.
Gunung Gumitir memiliki ketinggian 620 meter dengan panjang jalur delapan kilometer yang terbagi di dua kecamatan yakni Silo (Jember) dan Kalibaru (Banyuwangi). Jalurnya berkelok-kelok, dengan satu sisi dibatasi dinding gunung dan sisi lainnya dibatasi jurang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan”]
Medio 12 dan 13 Agustus 2020, dalam dua hari berturut-turut terjadi tiga kali kecelakaan di sana. Saat itu, lima orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Penyebab kecelakaan: pengemudi tidak bisa menguasai kendaraan sehingga masuk jurang dan rem blong.
Hal serupa juga terjadi pada 1 dan 2 November 2022. Seperti deja vu, tiga kecelakaan terjadi. Pertama, sebuah truk yang mengangkut pasir puluhan ton terperosok ke jurang, setelah selang rem putus. Berikutnya, sebuah truk gandeng bermuatan kayu sengon terguling. Terbaru, truk pengangkut gabah menabrak banner meubel dan mobil boks. Tabrakan beruntun terjadi, dan menyasar toko Alfamart, sehingga menyebabkan kerusakan.
Tak hanya kecelakaan lalu lintas yang mengancam di jalur tersebut. Tanah longsor bisa terjadi sewaktu-waktu di sana, terutama pada musim hujan. Itulah sebabnya Kepala Kepolisian Sektor Silo Ajun Komisaris Suhartanto.berpesan kepada seluruh pengemudi yang melintasi jalur Gumiti agar berhati-hati.
“Pastikan kondisi fit, tidak mengantuk. Kalau merasa ngantuk dan capek, lebih baik berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat sebentar,” kata Suhartanto.
Tak hanya faktor pengemudi. Suhartanto juga mengingatkan faktor kelayakan kendaraan. “Kendaraan harus sehat dan layak jalan. Angkutan barang jangan overload atau melebihi kapasitas muatan. Ini karena kondisi jalur Gumitir ektrem dan sangat rawan kecelakaan,” katanya.
Jika terjadi kecelakaan, bencana, maupun lalu lintas macet, Suhartanto meminta semua pengguna jalan mematuhi imbauan petugas di lapangan. “Jangan menerobos, biar tidak mengunci arus,” tegasnya. [wir/kun]






