Magetan (beritajatim.com) – Seniman dan budayawan Heri Prasetyo—yang akrab dikenal sebagai Heri Lentho—turut memberikan materi terkait pengembangan event berbasis budaya di Magetan. Ia menilai Magetan memiliki perpaduan potensi alam dan budaya yang sangat kuat untuk diangkat ke tingkat nasional.
Heri Lentho menjelaskan bahwa Magetan telah menunjukkan daya tarik alam yang memukau, ditambah penampilan seni tradisi seperti Bedoyo Dewi Sri yang menurutnya sangat layak dijadikan unggulan. Kombinasi kedua potensi tersebut dapat menjadi agenda besar jika pemerintah daerah mampu memprioritaskannya secara serius.
“Kalau itu dijadikan prioritas untuk memadukan budaya dengan destinasi ikonik seperti Sarangan, peluang menjadi event nasional sangat terbuka. Pemerintah tinggal memfokuskan prioritasnya saja,” kata Heri usai menjadi pemateri dalam Bimtek Penyelenggaraan Event Nasional untuk Mendorong Daya Saing Pariwisata Daerah di Hotel Bukit Bintang Magetan, Sabtu (15/11/2025).
Heri Lentho juga menyoroti peluang Magetan membuat event besar tanpa biaya artis (Rp0). Menurutnya, kearifan lokal masyarakat Jawa—termasuk tradisi adat yang sudah mengakar di sekitar Telaga Sarangan—dapat menjadi kekuatan utama.
“Potensinya besar. Sarangan punya upacara adat, tinggal dikemas dan ditambah atraksi budaya. Konsepnya bisa seperti Eksotika Bromo. Artis pun bisa dihadirkan gratis kalau ada kerja sama yang saling menguntungkan,” jelasnya.
Model kolaborasi tersebut, kata Heri, dapat dilakukan dengan menggandeng hotel untuk menanggung akomodasi karena mereka juga akan mendapatkan manfaat ekonomi dari kedatangan wisatawan. Sementara kebutuhan lain seperti dukungan biaya operasional masih bisa dicarikan melalui mitra, termasuk bank daerah.
Ia bahkan mengusulkan agar event budaya di Sarangan dirancang memiliki nilai artistik yang kuat, misalnya pentas di atas air yang mengangkat legenda lokal, dengan pemain dari masyarakat setempat namun diperkuat figur publik yang mampu menarik massa.
“Yang penting ada ikon yang membuat orang datang. Artisnya tidak harus besar, tetapi punya massa. Mereka bisa menyanyi, menari, atau berteater. Event akan berbeda dari wilayah lain,” ujarnya. [fiq/kun]






