Jember (beritajatim.com) – Calon bupati Hendy Siswanto akan memverifikasi kembali data warga miskin dan pengangguran di Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk menyelesaikan masalah ketimpangan ekonomi. Hendy juga akan membuka lapangan kerja dengan konsep padat karya jika memimpin Jember.
“Kita siapkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk dhuafa, dan untuk pengangguran kita siapkan BLK (Balai Latihan Kerja). Dan kita juga menyiapkan ketersediaan pupuk selama satu tahun, sehingga pupuk murah dan petani bisa mendapatkan untung,” kata Hendy, dalam debat calon bupati dan wakil bupati Jember putaran kedua, di Studio JTV, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/11/2020) malam.
Secara umum, Hendy akan mengatasi masalah kemiskinan dengan meningkatkan pendapatan minimum buruh, nelayan, dan petani, mempermudah perizinan usaha dan memberikan pendampingan. “Yang paling penting, menanamkan kecerdasan keuangan sejak dini,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Sementara itu, calon wakil bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman menekankan dua aspek untuk menyelesaikan masalah sosial dalam pembangunan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yakni penguatan mental spiritual dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
“Penguatan mental spiritual adalah dengan melaksanakan ritual keagamaan berdasarkan keyakinan masing-masing, dan ini sesuai sila pertama Pancasila. Seluruh bangsa Indonesia berkeyakinan, jika ada persoalan diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pasti akan ada solusinya,” kata Firjaun. [wir/but]






