Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman merayakan dua tahun kepemimpinan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan tumpengan di Pendapa Wahyawibawagraha, Minggu (26/2/2023) malam.
Acara tersebut dihadiri Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, anggota DPRD Jember, pemimpin partai politik, akademisi, pengusaha, dan para pejabat organisasi perangkat daerah. “Saya berterima kasih kepada semua elemen masyarakat Jember. Saya lebih optimistis ke depan untuk memperjuangkan Jember lebih bagus lagi,” katanya dalam pidato sambutan.
“Sebenarnya kami hanya bekerja sembilan bulan. Karena saat kami pelantikan, kondisi pandemi Covid pada 2021. Kita baru level 1 pada April 2022. Baru kita bisa bekerja dan melakukan speed up pekerjaan. Sembilan bulan kami bekerja fisik,” kata Hendy.
Ada sejumlah capaian yang diungkapkan Hendy. Selama dua tahun memimpin Jember, pemerintah daerah sudah menperbaiki 1.192 kilometer jalan dalam waktu sembilan bulan, dan memasang 33 ribu titik lampu penerangan jalan umum dalam waktu tujuh bulan..
Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VII juga menjadi pembuktian pemerintahan Jember di bawah kepemimpinan Hendy-Firjaun. Tak hanya sukses menjadi tuan rumah, kontingen Jember berhasil menembus 10 besar perolehan medali di antara 38 kabupaten dan kota peserta.
“Dalam porprov sebelumnya posisi kita rangking 24. Tidak pernah latihan karena Covid. Tapi dari posisi 24, kita bisa lompat ke peringkat 9. Ini bukan kerja bupati dan wakil bupati, tapi teman-teman yang ikut dalam kompetisi tersebut,” kata Hendy.
Hendy memuji kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan dukungan DPRD Jember. Menurutnya, kunci untuk mengembangkan Jember sederhana. “Kita harus bersama-sama mengedepankan pikiran positif dan bergerak bersama-sama,” katanya.
“Tahun 2023 bukan tahun sembarangan, tapi tahun semangat kerja kolaboratif untuk mewujudkan kesejahteraan kita semua,” kata Hendy.
Hendy juga meminta maaf kepada masyarakat Jember. “Mohon maaf lahir dan batin. Terlalu banyak kekurangan yang saya lakukan. Insya Allah saya akan berusaha sekuat tenaga dan semaksimal mungkun agar kami bisa berusaha berbuat sebanyak-banyaknya untuk masyarakat Jember,” katanya.
“Masyarakat Jember ternyata hebat. Tinggal memanajemen saja, tinggal ada satu kemauan kita untuk menyelesaikan (persoalan) bersama-sama. Tentang kemampuan, insya Allah, hampir 90 persen lebih masyarakat Jember punya kemampuan luar biasa. Tinggal kita mau serius atau tidak,” kata Hendy.
Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman juga mengakui masih banyak kelemahan dalam dua tahun pemerintahan Kabupaten Jember, Jawa Timur, bersama Bupati Hendy Siswanto. “Kalau dicari kesalahan dan kekurangannya pasti ketemu. Apa yang kami lakukan selama ini, masih banyak kekurangannya,” katanya.
Menurut Firjaun, masyarakat Jember diberikan potensi untuk bisa berkembang. “Ada yang memiliki kemampuan intelektual, fisik, harta, semuanya memiliki bagian masing-masing. Kata kuncinya bukan bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau. Kalau mau, pasti jalan akan terbuka, dan insya Allah kalau kita ingin Jember menjadi lebih baik, mari kita bergandeng tangan. Saling mengisi kekurangan satu dengan yang lain,” katanya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”hendy-firjaun”]
Firjaun mengingatkan, kekuatan dan kekuasaan Tuhan diberikan kepada orang yang bersatu. “Mudah-mudahan ke depan Jember akan semakin lebih baik lagi, lebih berbarokah, dan nampak sebagai kabupaten yang nasionalis religius. Jumlah pondok pesantren di Jember ini terbesar se-Jawa Timur,” katanya.
Hendy menutup pidato sambutan dengan dua pantun. “Malam hari suguhannya lumpia, lengkap rasanya jika ada gorengannya. Jember adalah milik kita semua. Mari kita jaga dan wujudkan kebersamaannya,” katanya, dijawab dengan kata ‘jos’ oleh hadirin.
“Bersepeda pagi sampai ke Wuluhan. Udaranya sejuk indahnya persawahan. Kita perkokoh rasa persatuan dan kesatuan. Maju bersama demi keberhasilan pembangunan,” kata Hendy. [wir]






