Jember (beritajatim.com) – Dua kandidat bupati, Hendy Siswanto dan Muhammad Fawait, akan berhadapan dalam debat perdana antarpasangan calon yang digelar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, di New Sari Utama, Sabtu (26/10/2024) malam.
Hendy yang berpasangan dengan Muhammad Balya Firjaun Barlaman diusung oleh PDI Perjuangan dalam pemilihan kepala daerah Jember saat ini. Sementara Fawait yang berpasangan dengan Djoko Susanto diusung oleh koalisi tujuh partai di DPRD Jember, yakni Gerindra, PKB, PKS, Nasdem, Golkar, PPP, dan PAN.
“Kami mengalir saja, karena kami setiap hari berkeliling ke masyarakat, menyampaikan capaian-capaian maupun menerima keluhan masyarakat mengenai kekurangan-kekurangan selama ini,” kata Hendy.
Semua masukan dari masyarakatm menurut Hendy, sudah dipelajari bersama dengan Firjaun. Dia juga sudah menyampaikan alasan mencalonkan diri untuk periode kedua kepada publik.
“Malam ini kami menyatukan cara pandang saja dengan Gus Firjaun. Karena waktu penyampaiannya sangat terbatas, maka kami harus maksimalkan dengan penjelasan-penjelasan yang praktis dan informatif, sehingga masyarakat bisa memahamu,” kata Hendy.
Hendy berharap penyampaian sekian capaian saat debat akan bisa memicu masyarakat untuk bertanya kepadanya dan Firjaun du luar acara debat. “Karena tidak mungkin kami menyampaikan semua capaian yang positif yang butuh waktu cukup lama,” katanya.
Melalui debat antarkandidat ini, Hendy berharap bisa meyakinkan masyarakat Jember untuk mengizinkannya dan Firjaun menjadi bupati dan wakil bupati kembali hingga lima tahun mendatang. Ia ingin menyempurnakan semua kekurangan, karena hanya memimpin Jember selama 3,5 tahun dengan tahun pertama harus menghadapi pandemi Covid.
Hendy menegaskan, debat antarkandidat ini adalah pendidikan demokrasi yang bisa membuka hati nurani masyarakat pemilih. “Anggaran pilkada ini berasal dari masyarakat. Mereka berbelanja untuk berdemokrasi,” katanya.
Sementara itu, Fawait memilih menghabiskan waktu dengan santai, ngopi bareng keluarga dan tim sambil bercanda. “Tidak ada persiapan khusus, sih. Ngumpul sama keluarga, ngopi sama tim, guyon-guyon juga. Ini justru yang bikin saya tenang dan lebih siap,” katanya.
Sikap rileks Fawait membuat anggota tim pemenangan ikut rileks dan percaya diri. Mereka menilai politisi Gerindra itu santai tapi tangguh. Dia dinilai punya kepedulian besar terhadap isu-isu kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap di debat nanti bisa menyampaikan secara jujur dan apa adanya. Yang terpenting dalam melayani masyarakat adalah ketulusan dan kedekatan, bukan hanya jargon politik belaka,” kata Fawait. [wir]






