Surabaya (beritajatim.com) – Momen wisuda tentu menjadi saat yang dinanti-nanti oleh para mahasiswa dan keluarga mereka. Hari di mana mereka akan dikukuhkan menjadi sarjana dan bukti telah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Sehingga, penampilan menjadi hal yang juga sangat penting dan harus diperhatikan. Termasuk riasan wajah yang akan dikenakan. Tentu kita tidak ingin momen wisuda yang bahagia menjadi kurang sempurna karena riasan yang kurang tepat.
Berkaitan dengan riasan wajah ini, Zul Elmi Hidayah pemilik Zelmi Makeup, memiliki saran agar riasan wajah kita bisa sesuai dengan momen wisuda. Salah satu teknik meke-up yang ia sarankan adalah riasan flawless.
Zelmi pun menjelaskan bahwa kebanyakan wisudawati yang datang ke tempatnya memilih make up flawless yang serba minimalis. Biasanya untuk riasannya hanya mengenakan lipstik warna pastel, nude, atau pink muda. Memang kalau tahun-tahun sebelumnya booming warna magenta, sekarang sudah enggak musimnya ngejreng. Jadi lebih kalem.
Sedangkan untuk eye shadow lebih menyesuaikan dengan warna bajunya. “Kalau busananya warna biru. Ya kira-kira yang bisa masuk seperti pink atau peach. Lain lagi jika busanya warna merah. Eye shadow lebih cocok pakai warna coklat. Sebenarnya urutan dari warna busana dulu, eye shadow, baru kemudian menyesuaikan lipstiknya,” ujarnya.
Menurut Zelmi penggunaan bulu mata juga perlu dalam penerapan make up wisuda. Cukup satu lapis saja, tidak perlu double layaknya riasan pengantin. Adanya bulu mata ini bertujuan agar wajah khususnya bagian mata dapat terlihat lebih fresh.
“Kalau pakai softlens atau tidak itu sih terserah masing-masing individu ya. Meskipun softlens membuat make up lebih ngejreng, tapi sebagian besar memang tidak pakai. Mungkin karena waktu wisuda yang agak lama. Jadi malah bikin mata perih, mending tidak usah pakai,” sarannya.
Untuk yang berjilbab, Zelmi mewanti-wanti agar warna kerudung disenadakan dengan baju. Agar make up juga bisa fokus menyesuaikan. Kalau dulu tren jilbab mengkombinasikan dua warna. Kini lebih pada sesuatu yang simpel. Cukup diarahkan ke belakang. Dan di masukkan ke dalam baju. Lebih ringkas.
Selain tampak lebih rapi, pula tidak ribet ketika wisudawati hendak memasang toga. Tapi, Zelmi juga memberikan keleluasaan pada pelanggannya. Jadi menyesuaikan request juga. Kalau ada yang ingin dimodel-model, ya monggo. Bisa saja.
“Selama ini untuk rias wisuda, jarang rambut yang diurai. Kebanyakan up do, jadi seperti sanggul tapi menggunakan rambut sendiri. Kan juga gak jamannya pakai sanggul-sanggulan gitu,” katanya.
Jika ingin menambahkan aksesoris, mungkin yang berhijab bisa menggunakan bros untuk model anting sebelah. Tapi karena lebih simpel sekarang tren jilbabnya, jadi cukup kenakan bros di baju. “Menyesuaikan baju juga sih. Kalau sudah ada manik-manik nggak perlu pakai aksesoris tambahan,” ujar perempuan asal Surabaya ini. [fyi/tur]






