Lamongan (beritajatim.com) – Setelah ramai diperbincangkan oleh publik Lamongan, kini Surat Edaran (SE) mengenai program perintis bagi siswa/pelajar dan mahasiswa tahun anggaran 2022 yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan mengalami perubahan.
Perubahan tersebut dari yang semula penerima beasiswa hanya untuk SD, SMP dan SMA, sekarang sudah berubah dengan ditambahi kata ‘Sederajat’. Akan tetapi, Nomor dan tanggal diterbitkannya SE itu tetaplah sama, yakni Nomor: 4.225/2266/413.101/2022, tertanggal 10 Agustus 2022.
Selain itu, SE itu ditujukan kepada Rektor/Ketua Perguruan Tinggi, Camat, Cabdin Pendidikan Provinsi Jatim, Kepala SMP Negeri/Swasta, dan Kepala Korwil Bidang Pendidikan Disdik Lamongan, se-Kabupaten Lamongan.
Seperti diketahui, baik MI, MTs maupun MA merupakan madrasah yang berada dalam naungan dan binaan Kemenag. Namun, hingga kini Kemenag Lamongan dan pihak madrasah belum menerima SE tentang program beasiswa Perintis. Padahal, dari berita sebelumnya, SE tersebut akan disampaikan oleh Disdik Lamongan ke MI, MTs dan MA yang dititipkan ke pihak Kemenag Lamongan.
“Belum menerima (SE) mas, kepadanya tidak ada kepadanya Ke Kemenag,” ujar Kepala Kantor Kemenag Lamongan, Fausi, saat dihubungi, Minggu (28/8/2022).
Fausi menilai bahwa sebenarnya beasiswa perintis 2022 ini adalah program yang bagus. Hanya saja, sebut Fausi, akan lebih baik jika program beasiswa ini dikomunikasikan ke Kemenag Lamongan. “Saya kira (beasiswa perintis) program yang bagus perhatiannya kepadanya semua lembaga pendidikan, tidak ada discrimination. Hanya kalau dikomunikasikan dengan Kemenag tentu lebih baik, karena madrasah dalam binaan Kemenag. Maturnuwun,” tandasnya.
Secara terpisah, Kepala Disdik Kabupaten Lamongan, Munif Syarif mengaku bahwa SE tersebut memang mengalami perubahan. Ia juga menjelaskan, akan tetap mengakomodir siswa atau pelajar dari MI, MTs dan MA agar bisa memperoleh kesempatan sama untuk menerima beasiswa perintis 2022.
“Tetap akan kita akomodir, tapi jumlahnya belum bisa banyak. Semoga jumlahnya tahun depan bisa lebih banyak dan lebih luas,” ucap Munif.
[berita-terkait number=”4″ tag=”guru”]
Mengenai belum tersampaikannya SE tersebut ke pihak Kemenag Lamongan, Munif berkata akan segera mengkoordinasikan hal tersebut. “Oke, besok kita koordinasikan lagi,” imbuhnya.
Lebih jauh, Munif menjelaskan bahwa program beasiswa perintis ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Lamongan terhadap pelajar yang berasal dari keluarga kurang sejahtera.
“Beasiswa ini secara filosofi adalah bentuk kepedulian Pemkab Lamongan terhadap siswa-siswi yang berasal dari keluarga kurang sejahtera. Dengan adanya beasiswa ini diharapkan bisa mempermudah akses pendidikan bagi masyarakat Lamongan,” bebernya.
Ia juga memastikan bahwa saat ini penerima program beasiswa Perintis itu tidak hanya ditujukan kepada SD, SMP dan SMA saja, namun juga menyasar MI, MTs dan MA di Lamongan.
“Sasarannya adalah untuk masyarakat Lamongan baik itu SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Tentu dengan memperhatikan ketentuan atau kebijakan yang sudah ditetapkan, yakni Perbub yang mengatur tentang beasiswa, di mana dalam peraturan tersebut ada beberapa persyaratan yang pertama terkait dengan kondisi keluarga. Karena beasiswa ini diperuntukkan untuk keluarga kurang sejahtera dan bagi masyarakat Lamongan yang memiliki prestasi,” jelasnya. [riq/suf]






