Tulungagung (beritajatim.com) – Para penyandang tuna netra di Tulungagung rutin mengadakan tadarus Alquran secara online. Keterbatasan fisik tak menghalangi semangat mereka dalam meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci Ramadhan ini.
Imam Fachruzi adalah salah satu dari mereka. Anggota Persaturan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Tulungagung ini adalah inisiator tadarus online yang sudah berjalan selama 5 tahun terakhir.
Tadarus online para penyandang tuna netra di Tulungagung ini memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting atau Google Meet. Dengan fasilitas itu, mereka saling menyimak dan mengaji.
“Menggunakan Al-Quran Braille, kami mengaji secara bergantian, alhamdulillah sudah khatam 1 kali,” ujar Imam, pada Jumat (29/03/2024).
Masih kata Imam, tadarus online para penyandang tuna netra ini berlangsung setiap hari setelah selesai salat subuh. Ada belasan anggota Pertuni Tulungagung yang rutin mengikuti. Bahkan, ada pula anggota dari luar daerah.
“Jumlah peserta setiap hari tidak pasti, rata-rata belasan yang ikut tadarus online setiap pagi mulai jam 5 sampai 8,” tuturnya.
Kegiatan ini tidak hanya untuk memetik berkah di bulan suci Ramadhan, tetapi sekaligus sosialisasi kepada anggota Pertuni untuk bersama-sama belajar Alquran. Pasalnya, tak banyak anggota Pertuni Tulungagung yang tartil membaca Alquran Braille.
Dengan tadarus online rutin ini diharapkan dapat membantu anggota lainnya yang memiliki kemauan untuk belajar membaca Alquran. Saat ini yang bisa kita lakukan secara offline karena beberapa kendala, tapi nanti kita juga agendaka untuk bertemu langsung dan tadarus,” tutupnya. [nm/but]






