Surabaya (beritajatim.com) – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), perusahaan migas yang beroperasi di perairan Madura, Jawa Timur, memanfaatkan bulan suci Ramadan 1446 H sebagai momentum untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar melalui kegiatan Safari Ramadan. Program ini dilaksanakan secara bertahap di tiga wilayah utama operasional HCML, yakni Pasuruan, Sampang, dan Sumenep.
“Kami memilih tiga wilayah itu karena merupakan lokasi operasional HCML selama ini, dan masyarakat di sana banyak berjasa terhadap kelangsungan produksi migas selama ini,” ujar Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari.
Kegiatan Safari Ramadan dimulai di Pasuruan pada 4 Maret 2025, menyasar tiga desa di Kecamatan Kraton. Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan di Kabupaten Sampang pada 5–20 Maret 2025, mencakup Desa Pulau Mandangin di Kecamatan Sampang, enam desa di Kecamatan Camplong, serta Desa Bandaran dan Desa Branta. Sementara itu, di Kabupaten Sumenep, Safari Ramadan berlangsung pada 6–11 Maret 2025 di Pulau Gili Genting, Pulau Gili Raja, Kepulauan Raas, dan Pulau Sapudi.
Setiap kegiatan diawali dengan acara buka bersama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, warga terdampak, hingga wartawan.
Di Sumenep, acara buka bersama di Kantor Kecamatan Gayam diikuti oleh sekitar 80 orang. Mereka terdiri atas Tim Regional Office and Relations HCML, SKK Migas Jabanusa, pejabat Pemkab Sumenep, staf Kecamatan Gayam, seluruh kepala desa di Kecamatan Gayam, serta perwakilan masyarakat Pulau Sapudi seperti nelayan dan pemuda. Di Kecamatan Nonggunong, kegiatan Safari Ramadan HCML juga diisi dengan penyerahan paket sarung kepada warga.
Tidak hanya mengadakan buka bersama, HCML juga menyalurkan paket bantuan berupa sarung kepada masyarakat di ketiga wilayah. Bantuan ini disalurkan melalui jalur pemerintah desa, tokoh masyarakat, Forkopimca, tokoh agama, hingga tokoh pemuda dan warga terdampak lainnya.
“Kami berharap kedekatan selama Ramadan ini bisa dipertahankan di luar Ramadan. Ramadan mengajarkan kepada kita menahan hawa nafsu dan mencintai sesama. Ini seperti halnya prinsip-prinsip HCML yang mengedepankan kemanusiaan melalui visi menjadi tetangga yang baik dalam setiap operasinya,” tutup Hamim. [rea/beq]






