Lamongan (beritajatim.com) – Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Dadapan menggelar kegiatan doa bersama dan Ngaji Budaya dalam rangka peringatan Haul Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) ke-14 bertajuk “Mapag Berkah”.
Masyarakat nahdiliyin yang memadati lokasi acara pun mengawali rangkaian kegiatan ini dengan pembacaan tahlil dan sholawat, yang dilanjutkan dengan penyerahan SK dan Susunan Kepengurusan GP Ansor dan Fatayat NU setempat.
Dalam kesempatan ini, Ketua Tanfidziyah NU Dadapan Ainur Rofiq, SH menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi acara “Mapag Berkah” yang dikemas dalam doa bersama dan ngaji budaya secara interaktif pada peringatan Haul Gus Dur tahun ini.
“Tentu kami sangat mengapresiasi kegiatan ngaji budaya ini. Kegiatan ini sangat relevan dengan salah satu catur Program prioritas pengurus NU Dadapan,” kata Ainur Rofiq, ditulis Sabtu (20/1/2024).
Selanjutnya Ainur Rofiq berharap, kegiatan semacam ini bisa digelar secara rutin agar kebudayaan yang ada di Dadapan bisa terus melekat dan lestari di masyarakat. “Semoga kita bisa terus istiqamah merawat tradisi dan budaya yang baik ini,” harapnya.
Diketahui, kegiatan Ngaji Budaya bertajuk ‘Merawat Kebangsaan, Meruwat Kebudayaan’ ini diisi langsung oleh Supriyo, selaku Ketua PC LESBUMI Lamongan, didampingi oleh M. Muflikh selaku Ketua GP. Ansor Dadapan yang sekaligus menjadi moderator.
Supriyo menegaskan bahwa melestarikan kebudayaan merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan. Pasalnya, kebudayaan adalah kekayaan dan identitas bangsa yang telah dibentuk dan diwariskan oleh para leluhur. “Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk merawat serta melestarikan kebudayaan. Hal tersebut sebagai bentuk penghormatan kita kepada perjuangan para leluhur terdahulu,” tutur Supriyo.
Lebih lanjut, Supriyo juga mengatakan bahwa nilai-nilai kebudayaan yang tidak dijaga bisa terkikis. Akibatnya, hal itu bisa berimbas pada segala aspek kehidupan, mulai dari ekonomi hingga sosial kemasyarakatan. “Terkikisnya nilai-nilai budaya tanpa sadar berpengaruh pada segala aspek kehidupan, mulai dari ekonomi dan sosial kemasyarakatan,” tegas pria yang mendapat penghargaan dari Kemendikbud pada tahun 2019 silam.
Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan haul yang dilaksakan oleh Lembaga dan Banom NU Dadapan itu di antaranya jajaran pengurus GP Ansor, Fatayat NU, Lesbumi, LWPNU, LPPNU dan masyarakat setempat. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Fattah Amin, S.Ag selaku Ketua Tanfidziyah MWCNU Solokuro.[riq/kun]






