Blitar (beritajatim.com) — Tembok tebal dan kawat berduri seringkali dianggap sebagai pemutus hubungan antara narapidana dan dunia luar. Namun, stigma itu dipatahkan oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar. Dari lahan terbatas di balik jeruji, mereka justru mengirimkan hasil panen raya sayuran dan terong ke korban bencana di Sumatra.
Di bawah terik matahari, Kepala Lapas Blitar, Romi Novitrion, memimpin langsung panen raya ini. Ia didampingi Kasi Binadik, Bagus Ramadian, dan jajaran Kasubsi Kegiatan Kerja. Namun, aktor utamanya tetaplah para warga binaan yang selama berbulan-bulan merawat tanaman tersebut.
Romi menegaskan, hasil panen ini memiliki nilai ganda yakni ekonomi dan empati.
“Ini bukan sekadar soal berkebun. Sebagian hasil panen ini akan kami salurkan sebagai bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatra. Ini bukti bahwa rasa persaudaraan warga binaan tidak luntur meski mereka sedang menjalani masa pidana,” tegas Romi Novitrion pada Senin (19/01/2026).
Lapas Blitar tidak main-main dalam program ketahanan pangannya. Selain memanfaatkan lahan sempit di dalam blok hunian untuk sayuran seperti terong, mereka juga mengelola lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas 4.000 meter persegi di luar tembok lapas.
Lahan SAE ini disulap menjadi ladang jagung produktif. Pengelolaannya dilakukan secara profesional dengan pendampingan ketat petugas.
“Pemanfaatan lahan SAE merupakan wujud komitmen kami. Ini adalah lab nyata bagi warga binaan. Mereka belajar teknik pertanian modern, disiplin kerja, dan yang terpenting, merasakan kembali bagaimana rasanya berkontribusi bagi masyarakat,” tambah Romi.
Ia menegaskan, pengelolaan lahan dilakukan secara terencana dengan pendampingan petugas sehingga menghasilkan jagung berkualitas sekaligus menjadi sarana pelatihan keterampilan.
Lapas Blitar menegaskan konsistensinya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berdampak luas, tidak hanya bagi warga binaan sebagai bekal reintegrasi sosial, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang membutuhkan. [owi/aje]






