Surabaya (beritajatim.com) – Pemilik PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan perusahaan rokok Djarum kembali menduduki posisi pertama sebagai orang terkaya di Indonesia. Mereka adalah Hartono bersaudara yang beberapa tahun terakhir selalu menduduki posisi pertama orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Posisi Hartono bersaudara di puncak daftar ini setidaknya sudah ditempati selama 14 tahun
Forbes telah memperbaharui daftar orang terkaya alias crazy rich di dunia melalui ‘The World’s Real Time Billionaires’ dengan data realtime. Salah satunya data total kekayaan crazy rich asal Indonesia, yakni Robert dan Michael Hartono yang tahun ini tercatat US$ 47,7 miliar atau setara dengan Rp 744,12 triliun.
Tentunya kekayaan Michael dan Robert Hartono tak lepas dari gurita bisnis yang mereka miliki, mulai dari industri rokok, perbankan, hingga media.
Diketahui juga, bahwa Hartono bersaudara menduduki posisi pertama orang terkaya di Indonesia versi Forbes dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021 lalu, kekayaannya sebanyak US$42,6 miliar. Selain itu, pada 2020 lalu, forbes mencatat kekayaan mereka masih bisa mencapai US$38,8 miliar meskipun saat itu ekonomi dalam keadaan buruk akibat Covid-19.
Berikut beberapa gurita bisnis Hartono bersaudara yang membuat mereka selalu bertengger di nomor wahid sebagai orang terkaya di Indonesia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”profil”]
1. Rokok Djarum
Pada 1951 lalu Oei Wie Gwan yakni ayah mereka membeli perusahaan rokok sekarat bernama NV Murup. Karenannya, perusahaan rokok pemilik Djarum Gramofon itu diobati dan merek tersebut dipangkas menjadi Djarum.
Upaya tersebut pun tidak sia – sia dan produksi rokok Djarum terus berkembang. Meski menghadapi berbagai kendala, namun pada 1973 mereka sanggup melebarkan sayapnya hingga ke mancanegara, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan masih banyak lainnya.
2. Polytron (Elektronik)
Hartono bersaudara juga melebarkan sayap bisnis ke beberapa industri, salah satunya industri elektronik, yakni PT. Indonesian Electronic & Engineering yang saat itu didirikan pada 1976. Namun pada 18 September 1976 perusahaan tersebut berganti nama menjadi PT Hartono Istana Electronic lalu merger dan menjadi PT Hartono Istana Teknologi atau lebih dikenal dengan nama Polytron.
Perusahaan elektronik milik Hartono bersaudara ini, berfokus memproduksi berbagai barang elektronik seperti AC, ponsel, televisi, hingga kulkas.
3. PT Bank Central Asia (Perbankan)
Sebelum terjun di bisnis elektronik, mereka juga memutuskan untuk mengambil BCA dari keluarga Salim yang saat itu sudah kehilangan kontrol, akibat krisis ekonomi pada 1998 – 1999 silam.
4. Bisnis Properti
Tidak hanya itu, Hartono bersaudara juga mengelola bisnis properti dan perhotelan mewah. Antara lain seperti Grand Indonesia, Hotel Kempinski, Menara BCA, dan lainnya.
Namun, mereka juga mengelola properti kelas menengah ke bawah seperti Karawang Resinda, World Trade Center (WTC) Mangga Dua, Padma Hotel Karawang dan Mal Daan Mogot.
5. Bisnis Perkebunan
Selain itu, pundi – pundi uang Hartono bersaudara juga berasal dari sektor perkebunan kelapa sawit. Mereka tercatat memiliki perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat dengan luas 65 ribu hektare(ha).
Hartono bersaudara juga memiliki bisnis di komoditas lain, seperti tembakau, cengkeh, tebu, minyak atsiri, dan jarak kepyar.
6. Ritel Online dan Media
Melalui grup Djarum, Hartono bersaudara membentuk sektor ritel online dan media. Mereka memiliki PT Global Digital Venture yang menaungi Kaskus.co.id, LintasME, Crazymarket, Blibli.com, dan DailySocial.net. (frs/nap)






