Jakarta (beritajatim.com) – Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mengawali rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-78 sekaligus HUT NU ke-101 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada Jumat-Sabtu (19-20/1/2024) hari ini dengan menggelar santunan bagi 500 anak yatim, khataman Qur’an serta tahlil yang ditujukan bagi pendiri NU dan pendiri Muslimat NU.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, sejumlah pengurus Muslimat NU, perwakilan badan otonom NU, lajnah dan lembaga NU lainnya, serta perwakilan dari pemerintah dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan bahwa kegiatan santunan anak yatim dan khataman Al-Qur’an ini merupakan bentuk rasa syukur atas eksistensi Muslimat NU selama 78 tahun.
“Hari ini, kami memulai rangkaian peringatan Harlah Ke-78 Muslimat NU dengan menggelar santunan anak yatim dan khataman Al-Qur’an. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kami atas eksistensi Muslimat NU selama 78 tahun,” kata Khofifah.
Khofifah juga menegaskan bahwa persiapan peringatan Harlah ke-101 NU dan ke-78 Muslimat NU ini sampai saat ini sudah mendekati 100 persen.
“Persiapan kita sudah 99 persen. Sisanya tinggal pelaksanaan mulai nanti malam. Mohon do’a semoga lancar hidmat manfaat barakah,” katanya.
Khofifah menjelaskan bahwa panitia berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI serta pihak GBK telah menyiapkan sejumlah area parkir yang telah dikondisikan zonasinya dari berbagai daerah di Indonesia. Guna menghindari penumpukan, tidak semua parkir dipusatkan pada arena GBK.
“Telah disiapkan kantong-kantong parkir di sekitar GBK. Bahkan juga menyiapkan di Monas dan jika masih dibutuhkan akan disiapkan di Kemayoran,” katanya.
Puncak peringatan Harlah ini akan dihadiri sekitar 150 ribu Muslimat NU dari dalam dan luar negeri serta warga NU, perwakilan badan otonom NU, lajnah dan lembaga NU lainnya.
Kegiatan puncak ini akan diisi dengan pembacaan dzikir, istighatsah, doa, dan shalawat, sholat tahajud, serta tadarus Al-Qur’an dengan target khataman sebanyak 2024 kali, mengacu pada tahun 2024.
Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan jajaran syuriyah PBNU, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan jajaran Tanfidziyah PBNU. [tok/beq]






