Surabaya (beritajatim.com) – Nahdlatul Ulama (NU) menegaskan bahwa upaya mewujudkan peradaban mulia hanya dapat dicapai melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul, di mana pesantren harus bersinergi dengan pendidikan formal modern.
Penegasan ini menjadi topik pembahasan dalam acara Kick Off Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Sabtu (18/10/2025). HSN tahun ini sendiri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.”
Rais Syuriyah PBNU, Prof. Muhammad Nuh menyatakan bahwa fokus tema HSN tahun ini adalah pembangunan fundamental bangsa. Ia menyebut, poros dari pembangunan peradaban adalah pada peningkatan human capital.
“Peradaban mulia itu tertuju pada human capital. Dan bagian dari human capital itu adalah pondok pesantren dan dunia pendidikan,” jelas Prof. Nuh.
Menurut Prof. Nuh, meskipun NU telah teruji mengelola pesantren, kemajuan zaman menuntut agar tradisi pesantren harus diperkuat dengan kemajuan berpikir melalui jalur pendidikan formal.
Prof. Nuh menekankan bahwa inilah semangat yang melandasi berdirinya Unusa 12 tahun silam, yang kini menjadi inspirasi bagi lahirnya universitas berbasis NU di daerah lain.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengingatkan bahwa Hari Santri adalah momentum krusial untuk konsolidasi persatuan bangsa.
Gus Yahya menghubungkan peringatan HSN dengan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Ia menegaskan bahwa santri harus kembali meneguhkan semangat untuk mengawal kemerdekaan Indonesia hingga cita-cita luhurnya tercapai.
“Mari kita berkonsolidasi, bersinergi, dan berkolaborasi menuju bangsa yang maju dan beradab,” seru Gus Yahya.
Ia menegaskan, cita-cita kemerdekaan Indonesia—yang diikrarkan melalui Resolusi Jihad—bukan hanya kepentingan Nusantara semata, melainkan cita-cita yang hakikatnya merupakan milik seluruh peradaban bangsa, selaras dengan Pembukaan UUD 1945.
Oleh karena itu, HSN diharapkan menjadi momentum nyata penguatan kontribusi pesantren dan perguruan tinggi NU sebagai garda terdepan dalam membangun peradaban Indonesia yang mulia dan berkelanjutan. [ipl/but]






