Jombang (beritajatim.com) – Hari pertama masuk sekolah, seorang murid TK Tunas Harapan Desa Miagan Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang disengat tawon. Korban Bernama Hafis (5). Bocah ini duduk di kelas A atau pertama masuk TK.
Beruntung hewan jenis serangga ini menyengat pada bagian jari korban. Sehingga tidak berakibat fatal. Pihak sekolah mengoleskan minyak tawon pada jari jempol Hafis. “Dikiranya digigit nyamuk. Tidak apa-apa. Hanya kami kasih minyak tawon,” ujar Nur Farida, salah satu guru.
Nur Farida mengatakan, sehari sebelumnya pihak sekolah melakukan bersih-bersih. Nah, terdapat sarang tawon di teras kelas. Akhirnya sarang tersebut diambil oleh tukang cat. Ternyata, sarang sudah hilang, tapi tawon masih berkeliaran.
“Sehingga saat proses belajar ada satu murid yang kena sengat tawon. Sekali lagi, tidak sampai fatal. Hanya jari jempol yang tersengat,” katanya.
Meski demikian, pihak sekolah waspada. Mereka menghubungi PMK (Pemadam Kebakaran) setempat untuk melakukan sterilisasi. Petugas yang membawa peralatan lengkap dating ke TK Tunas Harapan. Petugas melakukan pembersihan dengan cairan khusus.
Anggota Pos Damkar Mojoagung Muhlisin menjelaskan, begitu menerima laporan dari sekolah, pihaknya langsung mendatangi lokasi. Benar saja, meski sarang sudah tidak ada, tapi tawon masih berkeliaran di kelas.
Tentu saja, hal itu sangat berbahaya Ketika menyengat murid TK. Akhirnya petugas Damkar melakukan penyemprotan menggunakan cairan antiserangga. “Bukan tawon jenis vespa. Meski begitu, kalua menyengat bisa bengkak. Tapi tidak fatal,” pungkasnya. [suf]






