Jombang (beritajatim.com) – Hari pertama kampanye dimanfaatkan Calon Bupati Jombang Mundjidah Wahab untuk berdialog dengan masyarakat di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Rabu (25/9/2024).
Dalam forum dialog dan sambung rasa tersebut, Mundjidah banyak menerima keluhan dari warga. Di antaranya soal tunjangan untuk guru ngaji atau guru TPQ, pemerataan penerima manfaat program PIP, serta keluhan bantuan bibit gratis untuk petani serta subsidi pupuk.
Mundjidah mewadahi semua keluhan itu. Dia berjanji akan merespon jika terpilih menjadi Bupati Jombang 2025-2030. Mundjidah bakal serius memperhatikan nasib dan tingkat kesejahteraan guru ngaji atau guru TPQ di Kabupaten Jombang.
“Tunjangan guru ngaji, guru TPQ, Insyaallah nanti kita perhatikan. Kemarin tunjangannya secara bertahap sudah kita naikkan, nanti juga akan naikkan lagi,” kata Mundjidah, saat berdialog dengan peserta kampanye di Desa Rejoagung, Ploso.
Terpisah, komisioner KPU Kabupaten Jombang Ayatullah Khumaini mengatakan, sesuai dengan ketentuan PKPU nomor 13 tahun 2024, masa kampaye dimulai tiga hari setelah penetapan pasangan calon.
Yakni, mulai 25 September hingga 23 November 2024. Beberapa metode kampaye antara lain dengan melakukan pertemuan terbatas, tatap muka, penyebaran bahan kampanye, pemasangan alat peraga kampanye, ataupun bisa berkampanye melalui media cetak maupun elektronik.
“Untuk kampanye di media massa cetak dan media massa elektronik ada ketentuan dengan PKPU No 13 tahun 2024 yakni tanggal 10 November sampai 23 November 2024,” pungkasnya. [suf]






