Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi memutuskan untuk menggelar peringatan Hari Jadi ke-1096 secara sederhana. Keputusan ini diambil demi menjaga keamanan serta menghindari potensi kerumunan besar di tengah situasi nasional yang dinilai rawan.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menegaskan langkah ini sudah melalui pertimbangan matang. “Kami ingin masyarakat tetap bisa memperingati hari jadi, tetapi tanpa mengorbankan kondusifitas wilayah,” kata Rusdi, Senin (1/9/2025).
Menurut Mas Rusdi sapaan akrabnya mengatakan bahwa sejumlah agenda perayaan yang biasanya melibatkan massa besar dipangkas tahun ini. Namun, rangkaian inti yang sudah diagendakan tetap dilaksanakan dengan pengaturan lebih aman.
“Kick-off acara hari jadi kita ubah formatnya menjadi sederhana. Tapi esensi peringatan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar menjadikan momentum ini sebagai dorongan meningkatkan kinerja. Menurutnya, pelayanan publik harus menjadi prioritas utama meskipun ada perubahan konsep perayaan.
“ASN jangan sampai lengah, justru di bulan bersejarah ini kita harus melayani masyarakat lebih baik. Itu bentuk nyata kecintaan kita pada daerah,” tegas Mas Rusdi.
Dengan usia 1096 tahun, Kabupaten Pasuruan disebut telah melalui banyak dinamika sejarah. Bupati berharap peringatan tahun ini menjadi pengingat untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat membangun.
“Pasuruan sudah sangat matang dalam perjalanan panjangnya. Mari kita jadikan hari jadi ini sebagai motivasi untuk semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.
Mas Rusdi juga mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan. Menurutnya, persaudaraan antarwarga harus selalu dijaga agar Pasuruan tetap damai. “Kita harus bijak menyikapi perkembangan situasi nasional. Yang terpenting, kita jaga Pasuruan tetap aman, tenteram, dan penuh persaudaraan,” tutupnya. (ada/kun)






