Jember (beritajatim.com) – Hari Buruh Internasional dirayakan oleh pemerintah, pengusaha, dan pekerja dengan halalbihalal, di Aula PB Sudirman, Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (1/5/2023).
Selain Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), halabihalal diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), Serikat Pekerja Perkebunan (SP Bun), dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Pemerintah juga memberikan santunan kepada pekerja yang meninggal maupun mengalami kecelakaan kerja.
“Sejak zaman baheula, demonstrasi terus. Hari ini kita kemas dalam halalbihalal. Alhamdulillah, banyak yang hadir baik dari serikat pekerja dan teman-teman pengusaha,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jember Bambang Rudianto.
Bambang berharap dengan acara halalbihalal tersebut hubungan antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah berjalan harmonis. “Semua pihak saling menghargai dan menghormati, memperoleh hak, dan melaksanakan kewajiban,” katanya.
Sepanjang tahun 2022, Disnakertrans Jember berhasil menyelesaikan 13 dari 15 kasus perselisihan hubungan industrial atau 86,7 persen. Dua kasus yang belum terselesaikan masih dalam proses mediasi. Pemerintah selama ini membuka ruang penyelesaian bipartit antara pengusaha dan pekerja, dan penyelesaian melalui pengadilan hubungan industrial di Surabaya.
Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember Tahun Anggaran 2022, pemerintah daerah memfasilitasi dan mendorong berkembangnya sektor industri kreatif sebagai alternatif membuka lapangan kerja baru, serta menyiapkan tenaga yang terampil, mandiri, produktif dan berdaya saing.
Penyiapan itu dilakukan melalui penyelenggaraan 13 kegiatan pelatihan berbasis kompetensi yang bekerjasama dengan pemangku kepentingan, antara lain Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Politeknik Negeri Jember, dan organisasi ketenagakerjaan lainnya yang diikuti 547 peserta.
Pemkab juga menggelar Jember Job Fair yang menyediakan 3.076 lowongan kerja untuk mengurangi angka pengangguran dan memfasilitasi perusahaan pengguna tenaga kerja dalam merekrut tenaga kerja serta memudahkan pencari kerja memperoleh informasi. Sesuai laporan informasi penempatan tenaga kerja terdapat sebanyak 1.951 pencari kerja telah ditempatkan.
Dalam hal perlindungan tenaga kerja, Pemkab Jember memperoleh penghargaan nasional Paritrana Award karena telah mengikutsertakan 66.304 orang warga dalam jaminan sosial ketenagakerjaan, di antaraya 15 ribu buruh tani tembakau dan 1.500 orang nelayan. [wir]






