Ponorogo (beritajatim.com) – Harga beras medium di pasaran cukup tinggi. Di Pasar Legi Ponorogo, beberapa hari lalu, harga beras medium sampai Rp 11.300 per kilogram. Meski saat ini beras harganya tinggi, namun Bulog Ponorogo mengklaim bahwa stok beras di gudangnya aman hingga akhir tahun.
“Stok beras di gudang Bulog Ponorogo aman hingga akhir tahun nanti,” kata Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Ponorogo Aan Sugiarto, ditulis Minggu (27/8/2023).
Aan mengungkapkan bahwa stok beras di gudang Bulog Ponorogo saat ini ada 9.430 ton. Jumlah itu, nantinya disalurkan untuk program bantuan dari Pemerintah. Bahkan program bantuan pangan itu, disebar di 3 kabupaten yang menjadi wilayah kerja dari Bulog Ponorogo. Yakni Kabupaten Ponorogo, Pacitan dan Magetan.
“Stok beras itu nantinya akan disalurkan untuk program bantuan Pemerintah yang akan disalurkan di 3 kabupaten. Yakni Kabupaten Ponorogo, Magetan dan Pacitan,” ungkap Aan.
Program bantuan pangan dari Pemerintah yang akan disalurkan oleh Bulog Ponorogo itu, kata Aan akan berlangsung salam 3 bulan. Rencananya akan disalurkan pada bulan Oktober, November, dan Desember.
BACA JUGA:
Dua Pekan Terakhir, Harga Beras di Ponorogo Alami Kenaikan
“Bantuan pangan yang akan disalurkan ini selama 3 bulan, yakni bulan Oktober, November dan Desember mendatang,” katanya.
Besaran beras yang akan keluar dari gudang bulog untuk bantuan pangan ini, sebanyak 2.140 ton per bulan untuk 3 kabupaten. Sehingga, untuk 3 bulan, beras yang akan dikeluarkan Bulog Ponorogo untuk program bantuan pangan totalnya 6.420 ton.
Praktis, masih ada sisa beras kurang lebih 3.000 ton yang berada di gudang bulog. “Stok beras cukup dan malah masih ada sisa setelah dikeluarkan untuk bantuan program pangan pemerintah. Sisanya itu bisa untuk penyetabilan harga lewat program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP),” pungkasnya. [end/suf]






