Jember (beritajatim.com) – Hujan yang hampir setiap hari mengguyur Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuat tanaman tembakau milik petani rusak. Padahal harga tembakau sedang bagus.
“Kami jadi sambatan (tempat mengeluh) teman-teman pertembakauan. Walau harga sudah bagus.,Ttpi produksi banyak mengalami kerusakan.” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember Imam Sudarmaji, ditulis Selasa (25/10/2022).
Menurut Imam, dari 300 hektare tanaman tembakau di Kecamatan Ambulu, 125 hektare di antaranya rusak karena hujan. Begitu juga dengan 62 hektare tanaman tembakau di Kecamatan Puger. “Petani tembakau kasturi mengeluh karena tidak bisa menjemur. Alhamdulillah dengan dana bantuan hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk pembuatan curing tunnel, bisa membantu,” katanya.
Saat guyuran hijau mulai memunculkan genangan, menurut Imam, petani terpaksa mempercepat pelaksanaan panen. “Kemarin di daerah Ambulu, karena daerahnya cekungan, tiap tahun kalau sudah turun hujan, baik itu tanaman tembakau maupun lombok pasti tergenang. Kami sarankan pada teknik budidaya paling tidak petani bisa meninggikan gulutan agar tidak tergenang air,” kata Imam.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tembakau”]
Imam mengakui, panen secara bersamaan membutuhkan tenaga ekstra. “Itu menambah ongkos,” katanya.
Turunnya hujan juga membuat petani mulai beralih membudidayakan padi. “Namun tetap bukan hanya padi, tanaman lain harus dikembangkan agar tidak terjadi over produksi,” kata Imam.
Salah satu yang dibudidayakan adalah jagung. Dinas TPHP juga berusaha mencarikan pembeli untuk produksi jagung petani. “Tapi harganya tidak nutut (tidak memadai, red). Kemarin ada buyer Tangerang minta produksi jagung, tapi harga di petani masih lebih tinggi. Jadi tidak kami sampaikan ke petani. Kami tetap mencari buyer agar harga menguntungkan petani,” kata Imam.
Dinas TPHP mendapat gelontoran DBHCHT Rp 11,736 miliar untuk peningkatan produksi tanaman tembakau, rajang, kasturi, maupun Na oogst. “Tahun depan kami fokuskan untuk bisa membantu penggunaan alat mesin pertanian dan pupuk, kurang lebih Rp 4 miliar untuk tanaman tembakau kasturi dan Na oogst,” kata Imam.
Total Dinas TPHP mendapat alokasi Rp 62,990 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember 2023. Sekitar Rp 14 miliar di antaranya untuk gaji aparatur sipil negara dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). [wir]






