Ngawi (beritajatim.com) – Kenaikan harga Minyakita di pasaran membuat banyak pembeli di Pasar Besar Ngawi, Jawa Timur, beralih ke minyak curah.
Alasan utama peralihan ini adalah karena harga minyak curah lebih murah dan kualitasnya tidak kalah jernih dibandingkan Minyakita.
Harga Minyakita di Pasar Besar Ngawi naik Rp500 menjadi Rp16.000 per 9 ons, dari sebelumnya Rp15.500. Kenaikan ini terjadi sejak tiga hari terakhir dan dibarengi dengan kelangkaan stok Minyakita.
Kondisi ini membuat pembeli beralih ke minyak curah yang harganya hanya Rp16.500 per kilogram.
Selisih harga yang cukup signifikan, yaitu hingga Rp2.000, menjadi daya tarik bagi pembeli, mengingat berat Minyakita yang hanya 9 ons.
Beberapa pembeli mengaku bahwa mereka bisa lebih berhemat dengan menggunakan minyak curah.
Rasa masakan pun tidak berbeda meskipun menggunakan minyak curah, dan minyak curah lebih mudah didapatkan di pasaran.
“Alasannya harga selisih, barangnya juga tak kalah bening. Karena Minyakita harganya naik, jadi kita memilih curah saja,” ujar Lastri, salah satu pembeli, Sabtu (06/07/2024)
Sementara itu, para pedagang di Pasar Besar Ngawi juga mengamati peralihan pembeli dari Minyakita ke minyak curah.
“Setelah Minyakita naik, pembeli beralih ke minyak curah. Minyakita naik Rp500, kalau per karton Rp5.000 naiknya. Jika dibandingkan dengan minyak curah dengan berat yang sama, satu kilogram, selisihnya Rp2.000,” jelas Bagus Widiyantoro, salah satu pedagang.
Baik para pedagang maupun pembeli berharap harga minyak curah tidak ikut naik setelah Minyakita. [fiq/beq]






