Surabaya (beritajatim.com) – Pergerakan harga kebutuhan pokok masih menjadi perhatian masyarakat di Surabaya dan sekitarnya pada Kamis, 3 September 2026. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sementara beberapa bahan pangan lainnya justru mulai mengalami penurunan.
Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur menunjukkan harga beras premium dan sejumlah kebutuhan dapur bergerak naik pada pembaruan terbaru. Kenaikan paling mencolok terjadi pada kelompok cabai, terutama cabai rawit merah.
Sebagai catatan, angka tersebut merupakan harga acuan rata-rata tingkat konsumen Jawa Timur yang menjadi referensi perkembangan harga di wilayah Surabaya, sehingga harga di masing-masing pasar dapat berbeda.
Beras masih menjadi komoditas utama yang paling banyak diperhatikan masyarakat karena hampir selalu masuk dalam daftar belanja rumah tangga.
Pada pembaruan terbaru, harga beras premium tercatat Rp15.260 per kilogram. Harga ini naik Rp166 atau sekitar 1,10 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, beras medium berada di kisaran Rp12.869 per kilogram. Berbeda dengan beras premium, harga beras medium justru mengalami penurunan.
Perbedaan pergerakan tersebut membuat masyarakat memiliki pilihan yang cukup beragam ketika menyesuaikan belanja dengan kemampuan masing-masing.
Untuk kebutuhan rumah tangga, selisih harga antara beras medium dan premium juga cukup terasa jika pembelian dilakukan dalam jumlah besar. Misalnya, pembelian 5 kilogram beras premium membutuhkan sekitar Rp76.300 berdasarkan harga rata-rata tersebut, sedangkan beras medium sekitar Rp64.345.
Komoditas berikutnya yang menjadi perhatian adalah gula pasir. Harga gula kristal putih tercatat Rp17.099 per kilogram.
Harga tersebut menunjukkan bahwa gula masih bertahan di kisaran Rp17 ribuan per kilogram. Bagi rumah tangga maupun pelaku usaha makanan dan minuman, perubahan harga gula tetap penting karena komoditas ini menjadi bahan baku berbagai produk.
Pergerakan harga juga terjadi pada minyak goreng. Harga minyak goreng curah tercatat Rp20.711 per kilogram, naik sekitar Rp301 atau 1,48 persen.
Sementara minyak goreng kemasan premium berada di kisaran Rp21.895 per liter. Minyak goreng kemasan sederhana sekitar Rp18.808 per liter**, sedangkan Minyakita berada di kisaran **Rp15.981 per liter.
Dengan demikian, konsumen masih memiliki beberapa pilihan minyak goreng berdasarkan jenis dan harga.
Kebutuhan protein masyarakat juga mengalami perubahan harga. Telur ayam ras tercatat sekitar Rp24.677 per kilogram.
Harga tersebut naik Rp282 atau 1,16 persen dibandingkan sebelumnya.
Sementara telur ayam kampung berada jauh lebih tinggi, yakni sekitar Rp43.845 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut membuat telur ayam ras tetap menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Jika ada satu komoditas yang perlu mendapat perhatian lebih, cabai menjadi salah satunya.
Harga cabai rawit merah melonjak sekitar 5 persen atau naik Rp2.932 per kilogram. Kenaikan ini menjadi salah satu perubahan harga terbesar dalam pembaruan kebutuhan pokok terbaru.
Cabai merah keriting juga mengalami kenaikan sekitar Rp315 per kilogram atau 1,07 persen. Sementara cabai merah besar naik sekitar Rp429 per kilogram atau 1,67 persen.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan belanja untuk bumbu dapur berpotensi bertambah, terutama bagi masyarakat yang cukup banyak menggunakan cabai dalam menu sehari-hari.
Berbeda dengan cabai, harga bawang bergerak berlawanan. Harga bawang merah berada di kisaran Rp27.330 per kilogram, sedangkan bawang putih sekitar Rp30.037 per kilogram.
Dalam pembaruan terbaru, kedua komoditas tersebut tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Pergerakan yang berbeda antara cabai dan bawang menunjukkan bahwa harga komoditas dapur tidak bergerak secara seragam. Pasokan, produksi, distribusi, hingga permintaan konsumen dapat membuat harga masing-masing komoditas berubah setiap hari.
Kabar yang relatif positif datang dari komoditas daging ayam. Harga daging ayam ras tercatat sekitar Rp38.266 per kilogram dan mengalami penurunan dibandingkan pembaruan sebelumnya.
Sementara daging ayam kampung berada di kisaran Rp65.857 per kilogram dan juga mengalami penurunan.
Dengan harga ayam yang mulai melandai, konsumen memiliki sedikit ruang untuk mengatur kembali anggaran belanja protein hewani.
Secara keseluruhan, perkembangan harga kebutuhan pokok pada awal September 2026 menunjukkan kondisi yang masih fluktuatif.
Beras premium, minyak goreng curah, telur ayam ras, serta berbagai jenis cabai mengalami kenaikan. Sebaliknya, beras medium, Minyakita, daging ayam dan beberapa komoditas bawang bergerak turun.
Kondisi ini membuat masyarakat Surabaya perlu mencermati harga sebelum berbelanja, terutama untuk komoditas yang kenaikannya cukup cepat seperti cabai.
Perlu diperhatikan pula bahwa harga yang dibayarkan konsumen di pasar tradisional, toko kelontong, pasar modern, maupun pusat perbelanjaan dapat berbeda dengan harga rata-rata yang tercatat dalam sistem pemantauan pemerintah.
Karena itu, masyarakat sebaiknya membandingkan harga di beberapa tempat sebelum membeli, terutama jika kebutuhan belanja cukup besar. [aje]






