Magetan (beritajatim.com) – Mahalnya harga cabai rawit membuat pengusaha ayam geprek di wilayah Magetan mengurangi porsi. Salah satunya di warung ayam geprek di Jalan MT Haryono, Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan/Kabupaten Magetan. Warung yang menyediakan sambal berbagai level sebagai teman makan ayam geprek itu terpaksa mengurangi cabai untuk sambal.
Siasat itu terpaksa digunakan untuk mencukupi kebutuhan untuk berjualan. Pengusaha tidak mungkin membuat sambal dengan jumlah cabai dengan yang sama seperti biasanya karena harga harus dinaikkan. Sementara, mereka takut kehilangan pelanggan, akhirnya opsi untuk mengurangi jumlah cabai jadi pilihan agar tetap bisa menjual ayam geprek dengan harga seperti sedia kala.
Tadinya, cabai untuk ayam geprek level satu bisa mencapai lima buah cabai kini jadi tinggal tiga cabai saja. Dalam sehari, warung makan ayam geprek itu bisa menghabiskan dua kilogram cabai.
‘’Banyak pembeli yang mengeluh karena jadi kurang pedas. Biasanya pembeli kami persilahkan untuk memilih sendiri level kepedasan sambalnya. Biasanya 5 buah kita kurang menjadi 3 buah cabai. Kami tidak berani menaikan harga nanti pembeli tak hanya mengeluh tapi bisa-bisa kami ditinggalkan. Sehari menghabiskan satu hingga dua kilogram cabai. Menu kami bermacam-macam dan serba sambal,’’ kata Novia Dewi Lestari, salah satu pegawai di warung ayam geprek, Kamis (16/6/2022).
Sementara itu, tidak pedasnya sambal ayam geprek itu sangat dirasakan oleh Umi Latifah, salah satu pembeli. Dia yang tahu cabainya pasti dikurangi itu merasa sambalnya sudah tidak sepedas dulu. Rasanya jadi kurang mantap. Dia menyarankan pemilik warung untuk menaikkan harga saja ketimbang mengurangi jumlah cabai untuk sambal karena mengubah cita rasa.
[berita-terkait number=”4″ tag=”harga-cabai”]
‘’Karena cabainya dikurangi jadi berkurang pedasnya. Ini pesan yang pedas jadinya agak sumer. Saya sering kesini sepulang kerja, saya mending dinaikan harga dari pada dikurangi sambalnya,’’ kata Umi.
Pendapatan pengusaha ayam geprek pun terpaksa turun drastis di tengah gempuran tingginya harga cabai. Padahal, perusahaan itu memiliki beberap acabang baik di wilayah Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Namun, hingga kini harga cabai masih belum turun. [fiq/but]







