Sumenep (beritajatim.com) – Bagi para pecinta sambal, tampaknya harus merogoh kocek lebih dalam pekan ini, karena harga cabai dan tomat di pasar tradisional Sumenep melambung.
Harga tomat awal pekan ini mencapai Rp 25.000 per kg. Padahal biasanya hanya berkisar Rp 8.000 – 10.000 per kg. Sedangkan harga cabai rawit menyentuh angka Rp 55.000 per kg, dan cabai merah besar Rp 32.000 per kg.
“Iya, sekarang ini tomat mahal banget. Beli sebiji Rp 1.000. Padahal gak besar. Cuma untuk sekali nyambel aja,” kata Diana, salah satu pembeli di Pasar Anom Sumenep, Senin (30/06/2025).
Namun meski mahal, ia pun terpaksa tetap membeli tomat, karena anak-anaknya semua penggemar sambal tomat. Selain itu, suaminya juga pecinta sayur asam dengan irisan tomat segar.
“Ya karena keluarga di rumah semua suka masakan pakai tomat segar, tetap harus beli meski mahal,” ujarnya sambil tertawa.
Sementara Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil menjelaskan, naiknya harga cabai dan tomat karena minimnya stok di pasaran.
“Di beberapa sentra penghasil cabai dan tomat belum masuk masa panen. Kalaupun ada yg panen, hasilnya banyak yang busuk. Jadi stoknya sedikit,” terangnya.
Sedangkan harga komoditas lain relatif stabil. Harga bawang merah tetap Rp 40.000 per kg, dan bawang putih Rp 28.000 per kg. Harga telur juga tidak mengalami perubahan. Telur ayam ras Rp 27.000 dan telur ayam kampung Rp 48.000 per kg.
“Untuk komoditas daging harganya juga stabil. Harga daging sapi tetap Rp125.000 per kg. Sedangkan untuk daging ayam broiler atau ayam potong, tetap Rp 36.000 ribu per kg, dan daging ayam kampung Rp 80.000 per kg,” terangnya.
Sementara untuk harga minyak goreng pekan ini juga tidak mengalami perubahan. Harga minyak goreng curah Rp19 ribu per kg. Sedangkan Minyakita Rp16.500 per botol, dan minyak goreng premium kemasan 2 liter Rp39 ribu.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/but)






