Sumenep (beritajatim.com) – Harga cabai merah besar di pasar tradisional Sumenep masih tinggi. Pekan lalu harganya Rp 65.000 per kg. Awal pekan ini naik menjadi Rp 72.000 – 75.000 per kg.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil, mengatakan, kenaikan harga cabai merah besar terjadi hampir di semua daerah. Penyebabnya sama, karena berkurangnya stok di pasaran.
“Musim hujan seperti sekarang ini menyebabkan beberapa daerah yang menjadi sentra penghasil cabai panennya tidak maksimal. Bahkan ada juga yang gagal panen. Ini membuat stok di pasaran berkurang, dan menyebabkan harga melambung,” katanya, Senin (29/01/2024).
Sementara untuk cabai rawit justru berangsur turun harga. Awal pekan ini harganya Rp 36.000 per kg. Turun Rp 2.000 dibanding pekan lalu. Sedangkan untuk komoditas lain relatif stabil. Untuk harga beras kualitas medium tetap Rp 11.750 per kg. Kemudian harga beras kualitas premium Rp 13.800 per kg.
“Untuk harga daging juga stabil. Harga daging sapi tetap Rp 120.000 per kg, harga daging ayam kampung Rp 90.000 per kg, dan daging ayam broiler Rp 38.000 per kg,” ujarnya.
Sedangkan harga minyak goreng juga tidak mengalami perubahan. Minyak goreng curah tetap Rp per 16.000 kg. Minyakita Rp 15.000 per botol 1 liter, dan minyak goreng kemasan 2 liter Rp 38.000. “Harga gula pasir juga sudah stabil Rp 16.500 per kg,” terangnya.

Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. [tem/but]






