Bangkalan (beritajatim.com) – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Kabupaten Bangkalan, menjamin stok beras di Bangkalan mencukupi hingga Februari 2023 ke depan. Ketersediaan beras saat ini berkisar di angka 30 ton.
Kabid Tanaman Pangan Dispertapahorbun setempat, Abu Said, menyampaikan ketersediaan beras ini juga mempengaruhi harga di pasaran. Berdasarkan pengamatan Dispertapahorbun, harga beras masih cukup stabil.
“Berdasarkan sampel 12 penggilingan tercatat 30,1 ton, lain lagi yang masih di petani. Jadi, di catatan kami harga beras stabil,” katanya, Jumat (3/2/2023).
Abu Said menjelaskan bahwa, harga beras di tingkat penggilingan petani bervariasi, tergantung kwalitas bahan. Harga beras medium di Kabupaten Bangkalan sekitar Rp 9.500 per kilo gram dan 12.000 per kilo gram untuk beras premium.
“Untuk harga gabah di tataran petani Rp 6 ribu per kilo gram,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bangkalan”]
Dia menyampaikan, kenaikan harga beras terkadang disebabkan oleh ketersediaan gabah yang semakin menipis. Sedangkan di Kabupaten Bangkalan sendiri, bulan Februari petani sudah mulai panen padi, sehingga stok beras semakin bertambah.
“Untuk Bangkalan dijamin cukup, karena Februari Bangkalan sudah mulai panen,” tegasnya.
Sementara menurut Umi salah satu ibu rumah tangga di kawasan perkotaan, Bangkalan, sampai saat ini beras di pasaran mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebab, beras kemasan yang sebelumnya Rp 285 ribu per 25 kilo gram kini menjadi Rp 300 ribu per 25 kilo gram.
“Untuk harga beras kemasan di Bangkalan terus mengalami kenaikan sampai saat ini,” tandasnya. [sar/but]






