Blitar (beritajatim.com) – M. Rafael Moreno akhirnya datang ke rumah Hanafi Jauhar Ahmad di Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Kedatangan Moreno itu untuk mengklarifikasi bahwa dirinya bukanlah pelaku penendangan atlet futsal Kabupaten Blitar, Hanafi Jauhar Ahmad di ajang Porprov Jatim 2023 yang digelar di Sidoarjo lalu.
Saat berkunjung ke Blitar, Moreno didampingi oleh orang tuanya. Pihak Hanafi pun menyambut hangat kedatangan Moreno dan keluarganya. Memang sejak awal pihak Hanafi sudah mengetahui bahwa Moreno bukanlah pelaku penendangan seperti yang dituliskan oleh Komisi Disiplin Asosiasi Futsal Provinsi Jawa Timur.
Dalam pertemuan ini, Moreno pun juga menyebutkan siapa pelaku asli yang menendang Hanafi saat gelaran futsal di Sidorarjo lalu. Pelaku tersebut tidak lain adalah M. Mahdi Ansharullah, yang saat pertandingan tersebut menggunakan jersi dengan nomor punggung 17.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman saya Moreno dan keluarga yang sudah bersilaturahmi ke Blitar, Kami berdua akan mengklarifikasi bahwa Moreno ini bukan yang nendang saya,” kata Hanafi Jauhar Ahmad, pemain futsal Porprov Kabupaten Blitar, Minggu (24/09/23).
Moreno pun menjelaskan bahwa dirinya saat itu, sedang tidak bermain. Ia justru dengan jelas melihat rekannya M. Mahdi Ansharullah melayangkan tendangan ke Hanafi yang saat itu tengah sujud syukur merayakan gol ke-5.
Moreno pun sempat syok saat mengetahui surat dari AFP Jatim bahwa dirinya disebut sebagai pelaku penendangan terhadap atlet futsal Kabupaten Blitar. Pemuda yang juga masih berstatus pelajar itu semakin kaget saat sanksi yang dijatuhkan berupa larangan bermain selama 2 tahun.
Merasa tidak melakukan apapun, Moreno pun akhirnya angkat bicara. Ia kemudian menghubungi pihak orang tua Hanafi yang sebetulnya mereka berdua sudah saling kenal. Disitu Moreno menjelaskan sejatinya peristiwa yang terjadi.
“Sempat dituduh, tapi ternyata yang menendang itu bukan Moreno, karena Moreno masih dibangku cadangan dan yang nendang saya itu nomor 17 atas nama Mahdi,” jelas Hanafi.
Pasca kejadian itu kini Moreno dan Hanafi justru menjadi seperti saudara. Hanafi kini memiliki misi untuk terus mengklarifikasi bahwa Moreno bukan pelaku.
Pemain futsal asal Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar itu juga meminta agar netizen berhenti menyalahkan Moreno di media sosial. Pasalnya hujatan netizen tersebut membuat Moreno syok.
BACA JUGA:
Aspel Futsal Kota Malang Provokasi Penendangan Pemain Blitar
“Kami berdua meminta ke semua netizen yang baik hati agar berhenti menyalahkan Moreno kasihan dia bukan pelaku,” tutupnya.
Moreno dan Hanafi pun meminta ke pihak Asosiasi Futsal Jatim untuk segera mengungkapkan siapa pelaku sebenarnya ke media. Pasalnya dengan begitu netizen tidak lagi menyerang atau menyalahkan Moreno dalam kasus viralnya aksi tendangan pemain futsal Kota Malang ke atlet futsal Kabupaten Blitar saat Porprov Jatim lalu. [owi/but]






