Mojokerto (beritajatim.com) – Tren hampers Lebaran berbahan keranjang bambu masih diminati masyarakat Mojokerto.
Hal ini dirasakan oleh pelaku UMKM kue kering Avika Cake and Cookies milik Fika Andriyawati (32) warga Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Alumni jurusan Kimia Universitas Surabaya (Unesa) ini mengaku permintaan hampers bambu tetap tinggi meski tren kemasan terus berubah setiap tahun. Bersama suaminya, Arif Sulistya (36), ia mengelola usaha rumahan tersebut sambil membesarkan satu orang buah hatinya.
“Tahun kemarin hampers kemasan bambu sudah mulai tren dan ternyata peminatnya banyak. Tahun lalu sold out sekitar 300 paket, khusus yang kemasan bambu saja,” ungkapnya, Sabtu (28/2/2026).
Memasuki Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, Fika sempat memperkirakan konsumen akan beralih ke model lain karena banyaknya produk serupa di pasaran. Ia pun menyiapkan alternatif berupa kemasan kotak dengan desain ucapan Hari Raya Idul Fitri. Ada dua kotak dengan desain berbeda sudah disiapkan.
“Tahun ini saya custom kemasan kotak dengan desain tulisan Hari Raya Idul Fitri, ada dua model. Saya kira orang sudah bosan dengan bambu, ternyata peminatnya masih banyak yang bambu. Sama, hanya beda nuansa warna saja,” jelasnya.
Jika tahun lalu keranjang bambu didominasi warna hijau, tahun ini Fika menghadirkan warna butter yellow agar tampil lebih segar namun tetap bernuansa alami. Hampers bambu tersedia dalam dua ukuran. Untuk ukuran besar berisi dua toples kue kering masing-masing 750 ml, sedangkan ukuran kecil berisi empat toples ukuran 450 ml.
Isi kue dalam hampers tidak dapat dipilih secara bebas oleh pembeli. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran produksi, terutama karena sebagian besar penjualan dilakukan melalui jaringan reseller. Ia mempunyai 60 reseller yang tersebar di Mojokerto, Jombang, Sidoarjo hingga Surabaya.
“Isinya sudah paket, tidak bisa pilih. Karena reseller banyak, kalau mengikuti satu per satu permintaan nanti rancu dan tidak selesai produksi. Untuk harga, hampers keranjang bambu mulai Rp100 ribu hingga Rp135 ribu. Kemasan kotak bunga kuning mulai Rp100 ribu hingga Rp130 ribu, dan paket toples sekat empat mulai Rp125 ribu sampai Rp155 ribu,” tuturnya.
Fika berharap momentum Ramadan dan Idul Fitri tahun ini kembali membawa peningkatan penjualan seperti tahun sebelumnya, sekaligus memperluas jangkauan produk UMKM lokal Mojokerto. Lantaran selain membuat kue kering yang dibantu tujuh sampai delapan karyawan, ia juga berkolaborasi dengan UMKM lokal.
“Produk saya ada 23 varian, 14 diantaranya produk saya sendiri. Kue kering seperti nastar, kastengel, lidah kucing dan sagu keju, sementara sisanya saya ambil dari UMKM lokal Pacet. Seperti basreng, kacang telur, pastel mini, hingga kacang sembunyi,” tegasnya. [tin/ted]






