Pacitan (beritajatim.com) – Sejumlah petani di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Jawa Timur, mengeluhkan serangan hama keong emas yang merusak tanaman padi mereka yang baru berusia belasan hari. Hama yang juga dikenal sebagai keong kuning ini menyasar bagian batang dan akar, menyebabkan tanaman padi gagal tumbuh dan mati hanya menyisakan batang.
Kondisi memprihatinkan terlihat di Dusun Kiteran, di mana lahan pertanian yang baru ditanami padi sudah rusak parah akibat keong-keong yang menempel dan memakan bagian vital tanaman. Dalam waktu singkat, serangan tersebut membuat tanaman padi mati sebelum sempat berkembang.
Padahal, upaya pencegahan telah dilakukan sejak sebelum masa tanam. Karwadi, salah satu petani setempat, mengaku sudah tiga kali melakukan penyemprotan insektisida namun belum membuahkan hasil.
“Saya sudah nyemprot tiga kali, tapi keongnya masih banyak. Padinya malah banyak yang mati. Nggak tumbuh sama sekali,” ungkap Karwadi, Kamis (17/4/2025).
Hal senada disampaikan Suluh Apriyanto, petani lain yang juga aktif melakukan penyemprotan seminggu sekali. Selain itu, ia bahkan mengambil keong secara manual dari sawah untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Namun, untuk mengurangi kerugian, ia tetap harus melakukan penyulaman atau penanaman ulang padi yang mati.
“Setiap minggu saya semprot. Tapi masih saja banyak yang nyerang. Kadang saya ambil langsung keongnya dari sawah. Kalau nggak disulam, bisa habis tanamannya,” kata Suluh.
Melihat dampak yang semakin meluas, para petani mendesak Dinas Pertanian untuk segera turun tangan memberikan pendampingan dan solusi konkret agar serangan hama ini dapat dikendalikan.
“Kami butuh bantuan dan solusi dari dinas pertanian, supaya hama ini nggak makin meluas,” harap Suluh.
Jika tidak segera ditangani, serangan keong emas ini dikhawatirkan akan semakin meluas dan mengancam seluruh hasil panen petani di wilayah tersebut. [tri/beq]






