Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang intensitas hujan yang meningkat di wilayah Jawa Timur, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menyiapkan langkah antisipatif untuk mencegah potensi banjir dan gangguan aktivitas di kawasan industri. Sejak Agustus 2025, perusahaan telah menjalankan serangkaian program mitigasi risiko musim penghujan, mulai dari pengerukan waduk, pembangunan rumah pompa, hingga perbaikan saluran air.
Sebagai pengelola kawasan industri milik pemerintah, SIER memastikan kesiapsiagaan penuh untuk menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan industri para tenant. Plt Direktur Utama PT SIER yang juga Direktur Keuangan, Administrasi, dan Manajemen Risiko, Rizka Syafittri Siregar, mengatakan berbagai langkah strategis dilakukan agar sistem pengendalian air di kawasan tetap berfungsi optimal.
“Untuk memastikan aliran air dapat terkelola dengan baik saat curah hujan tinggi, SIER juga telah membangun pintu air di dua titik di Rungkut Industri III sisi barat dan timur, serta menambah pompa di beberapa titik strategis. Untuk area Berbek Industri, rumah pompa yang telah selesai dibangun akan tetap dipastikan berfungsi secara optimal,” ujar Rizka, Minggu (2/11/2025).
Langkah pencegahan dilakukan melalui pembersihan dan perbaikan saluran air dengan pemasangan U-ditch dan box culvert di sejumlah lokasi, seperti di Jalan Berbek Industri I, III, dan IV yang kini sudah rampung. Sementara di Jalan Rungkut Industri III sisi timur, pekerjaan masih berlanjut guna memperlancar aliran air dan mencegah genangan di area padat aktivitas industri.
Selain membangun rumah pompa, SIER juga melakukan pendalaman waduk di kawasan Rungkut Industri IV untuk meningkatkan kapasitas tampung air hujan. “Waduk dan saluran ini menjadi elemen penting sistem pengendalian air di kawasan. Dengan pengerukan, kapasitas tampungnya meningkat, sehingga aliran air lebih lancar,” jelas Rizka.
Kolaborasi lintas pihak turut dilakukan, di antaranya dengan PT HM Sampoerna dan Pemerintah Kota Surabaya, untuk membersihkan eceng gondok di sungai perbatasan Kali Tambak Oso. Kegiatan ini dilakukan agar aliran air dari kawasan industri ke arah sungai tidak terhambat dan dapat mengurangi potensi banjir di area sekitar.
Langkah mitigasi juga mencakup perantingan pohon di Jalan Raya Industri dan kawasan Berbek menuju Tol Juanda, guna mengurangi risiko pohon tumbang akibat hujan deras atau angin kencang.
“Kami menyadari pentingnya kesiapan menghadapi musim hujan, terutama di kawasan industri yang padat aktivitas. Karena itu, sejak awal kami melakukan serangkaian aktivitas untuk memitigasinya. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen SIER dalam menjaga keberlanjutan dan keselamatan kawasan,” terang Rizka.
Rizka menambahkan, kesiapsiagaan kolektif antara pengelola kawasan, tenant, dan pemangku kepentingan lainnya sangat dibutuhkan untuk memastikan kawasan industri tetap tangguh menghadapi cuaca ekstrem.
“Kami ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama melindungi lingkungan kerjanya, agar kawasan industri tetap aman, nyaman, dan produktif meski di tengah kondisi musim penghujan,” pungkasnya. [tok/beq]







