Tuban (beritajatim.com) – Seorang pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa setelah tenggelam di telaga, Dusun Puter, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.
Korban pelajar yang tewas tenggelam di telaga itu diketahui bernama Sutrisno (14), seorang bocah pelajar SMP asal Desa Trantang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Sejumlah teman korban dan keluarganya yang berada di sekitar lokasi telaga desa yang angker itu langsung histeris saat mengetahui korban ditemukan sudah meninggal dunia.
Dari informasi yang digihimpun beritajatim.com Rabu (7/12/2022), peristiwa tenggelamnya pelajar yang sedang mandi di Telaga Puter itu berawal saat korban sepulang sekolah mancing bersama dengan dua orang temannya. Korban dan dua teman sebayanya itu mancing di sekitar telaga yang sudah pernah terdapat korban tenggelam itu.
“Awal mula korban bersama dengan dua temannya yang bernama Tomi dan Didik sedang memancing ikan. Kemudian selang beberapa lama kedua teman korban itu turun ke dalam telaga untuk mandi dan berenang,” kata AKP Darmono, Kapolsek Kerek, Polres Tuban saat dikonfirmasi terkait kejadian itu.
Mengetahui kedua temannya mandi dan berrenang di dalam telaga yang memiliki kedalaman sekitar 4 meter itu, korban Sutrisno juga langsung ikut turun ke dalam telaga untuk mandi. Namun, baru beberapa saat turun dan mandi di tengah-tengah telaga tersebut, korban tiba-tiba menghilang dan diketahui sudah dalam kondisi tenggelam oleh teman-temannya.
“Karena kurangnya kemampuan untuk berenang tiba-tiba korban langsung tenggelam. Melihat kejadian tersebut kedua teman korban langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar yang ada di telaga itu,” sambungnya.
Mendengarkan teriakan bocah-bocah SMP yang ada di telaga tersebut, sejumlah warga langsung bergegas untuk melakukan pencarian terhadap korban yang posisinya tenggelam di tengah telaga. Sehingga warga langsung berusaha melakukan penyelamatan terhadap korban dan kemudian mengangkat korban dari dalam telaga itu dievakuasi ke pinggir telaga.
“Warga yang ada di sekitar telaga langsung mencari korban, selanjutnya selang beberapa saat korban berhasil ditemukan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dengan kejadian tersebut selanjutnya korban langsung dibawa ke Puskesmas Gaji dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dari Puskesmas tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada korban,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”berita-tuban-viral”]
Sementara itu, setelah sempat dibawa ke Puskesmas kemudian jenazah bocah SMP yang tenggelam tersebut diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman. Selanjutnya, petugas kepolisian akan melakukan pemasangan papan peringatan di lokasi telaga yang terbilang angker itu supaya tidak lagi membawa korban jiwa.
“Informasinya begitu sering terjadi (orang tenggelam) di situ. Kita menghimbau kepada warga masyarakat untuk tidak mandi di lokasi itu, dan kita akan memberikan papan peringatan,” pungkasnya.[mut/ted]






