Surabaya (beritajatim.com) – Real Madrid dan Barcelona santer diberitakan hendak mendatangkan pemain sama, yaitu mengamankan tanda tangan Erling Haaland. Kedua klub di lapangan memang sering terlibat saingan sengit. Tidak hanya pertandingan El Clasico, namun ada juga pertempuran kembali untuk mendatangkan bintang Borussia Dortmund tersebut.
Pihak Dortmund sendiri hendak menunggu keputusan pemain berusia 21 tahun itu. Dortmund ingin memulai rencana mereka musim 2022/23 di musim depan, untuk mengetahui berapa banyak uang yang harus mereka keluarkan untuk rencana tersebut.
Di kubu Barcelona sang pemilik yaitu Juan Laporta dikenal sebagai operator yang dingin di bursa transfer. Harus diingat jika Laporta telah bertemu dengan Mino Raiola dalam dua kesempatan. Laporta bisa mengontrak Ferran Torres dengan bergerilya ketika semua orang percaya kesepakatan itu sudah tamat.
Sementara, Real Madrid dan Florentino Perez beroperasi sedikit lebih terbuka, karena Madrid tidak merahasiakan sedikitpun fakta bahwa target nomor satu mereka adalah penyerang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe. Mbappe direncanakan akan berlabuh ke Bernabeu pada 1 Juli mendatang.
Namun, Madrid juga ingin mengontrak Haaland untuk bermain bersama Mbappe, bukan karena Los Blancos mau mengakuinya secara terbuka, namun karena Florentino Perez memiliki rekam jejak yang tidak bagus saat berurusan dengan Raiola.
[berita-terkait number=”4″ tag=”barcelona”]
Laporta bekerja dengan cara seperti detektif karena tahu Barcelona tidak bisa menunggu, klub Catalan perlu memulihkan keunggulan yang hilang saat Lionel Messi hengkang. Laporta juga tahu persis jika Madrid unggul dalam banyak hal, terutama di lapangan, karena Los Merengues diperkirakan akan memenangkan gelar La Liga Santander. Hal yang bisa menjadi penawaran yang baik bagi Haaland.
Hal ini yang menyebabkan sibuknya para petinggi dalam tubuh Barcelona. Lini depan Mbappe, Vinicius Junior dan Haaland akan mengamankan dominasi domestik Real Madrid untuk beberapa dekade berikutnya, dan Laporta tidak dapat membiarkan hal itu terjadi.
Laporta paham betul jika itu akan menjadi pukulan yang fatal bagi Barcelona. Florentino Perez memang tidak ingin terlibat langsung dalam perburuan Haaland, tetapi sekarang dia tahu bahwa inilah saatnya untuk bertindak, begitu juga meningkatnya intensitas Laporta terhadap hal ini.
[berita-terkait number=”3″ tag=”real-madrid”]
Dilansir dari Marca, Florentino Perez masih trauma saat kehilangan kesempatan mendatangkan Neymar dari Santos, karena pemain Brasil itu memilih untuk bergabung dengan rivalnya, Barcelona. Perez tentu tidak ingin hal itu terjadi lagi.
Los Blancos tidak perlu menjual pemain untuk mendanai langkah ini, berakhirnya kontrak Gareth Bale, Isco, dan Marcelo akan membebaskan sebagian besar beban gaji untuk dialokasikan kepada penyerang Norwegia itu.
Dikutip dari website resmi La Liga, perang strategi untuk mendatangkan Haaland ke tanah Spanyol, rupanya juga menjadi agenda tersendiri dari presiden La Liga, Javier Tebas. Ia menyadari bahwa penandatanganan Haaland bagi klub Catalan mungkin mengharuskan mereka untuk menerima pinjaman CVC yang hingga kini dia perjuangkan untuk diterima. [dan]






