Surabaya (beritajatim.com) – Lima hari menjelang pemungutan suara, survei Puspolnas UM Surabaya menyebut jika paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran unggul di kalangan warga Muhammadiyah.
Paslon Prabowo-Gibran memperoleh angka 45,4 persen, disusul Anies-Muhaimin dengan 33,8 persen, dan Ganjar-Mahfud 15,6 persen. Namun, angka tersebut belum mutlak atau masih berpotensi untuk berubah.
“Pilihan capres-cawapres masih didominasi paslon Prabowo-Gibran di angka 45,4 persen,” ujar Peneliti Puspolnas UM Surabaya Arin Setyowati dalam Rilis Hasil Riset Partisipasi Warga Muhammadiyah, Jumat (9/2/2024).
Kendati unggul, Arin menyebut jika angka itu masih bisa berubah. Sebab, dalam hasil survei tersebut masih ada sebanyak 6,2 persen warga Muhammadiyah yang belum menentukan pilihannya. “Untuk pilihan ini masih bisa berubah. Jadi, masih ada 6,2 persen warga Muhammadiyah yang belum menentukan atau tidak menjawab pilihan pasangan calon presidennya,” ungkap Arin.
Sementara itu, Peneliti Utama PSPS Uhamka Amirullah menyebut jika Muhammadiyah memiliki peran besar dalam kontestasi politik. Muhammadiyah sangat menentukan suara dalam Pemilu 2024 mendatang.
Menurut Amir, setidaknya ada dua hal yang menjadi faktor bahwa Muhammadiyah berperan penting dalam menentukan pemimpin masa depan. Yakni argumen kualitatif dan argumen kuantitatif.
Secara kualitatif, kata dia, Muhammadiyah memiliki citra positif di tengah masyarakat. Hal itu didapatkan karena kontribusinya yang luar biasa, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial kemanusiaan.
“Jadi, Muhammadiyah berkontribusi dari berbagai aspek. Sehingga, citra positif ini menjadi salah satu hal yang sangat penting dan berperan bagi Muhammadiyah termasuk di dalam Pemilu 2024,” jelasnya.
Sedangkan dari segi kuantitatif, Muhammadiyah memiliki jumlah jemaah yang cukup besar yakni sekitar 60 juta orang. Selain itu, Muhammadiyah juga memiliki struktur organisasi yang sangat sistematis.
“Saya kira, ini menjadi rebutan bagi paslon, caleg, termasuk parpol. Saya kira ya sangat menentukan peran Muhammadiyah, secara kuantitatif memiliki jumlah jamaah sangat besar,” tandasnya.
Sebagai informasi, hasil survei ini mengambil sampel 1220 responden yang tersebar secara proporsional di 35 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM). Margin tingkat toleransi (standart of error/d 2,9 persen) dengan tingkat kepercayaan adalah 90 persen.
Untuk proses wawancara dilakukan secara on call dengan responden menggunakan kuesioner oleh enumerator yang dilatih. Sementara itu, periode survei ini dilakukan mulai 26 Januari hingga 4 Februari 2024. [ipl/kun]






