Surabaya (beritajatim.com) – Potensi wakaf di Tanah Air sangat besar diprediksi mencapai Rp 180 triliun namun hingga kini baru Rp 2 triliun dana wakaf yang dikelola oleh para Nazhir.
Dimana Rp 780 miliar adalah sukuk dan sisanya adalah uang. Menurut Ketua Umum Gerakan Wakaf Indonesia (FWI), Susi Susiatin, image wakaf sejak dulu hanya wakaf tanah. Padahal wakaf berupa uang mulai dari Rp 10.000 saja juga bisa.
“Inilah yang terus kami gaungkan, bahwa berwakaf tak harus menunggu punya aset tanah. Menggunakan uang pun bisa dan nanti akan dikembangkan oleh Nazhir sehingga dana yang terkumpul akan dikembangkan dalam berbagai bisnis,” papar Susi.
Masih minimnya masyarakat yang memilih jalur wakaf untuk bersedekah membuat FWI berupaya melakukan lompatan besar dengan menggali pontensi dan mengembangkan pemberdayaan wakaf di Indonesia agar lebih memiliki nilai manfaat.
“Dari kondisi tersebut tujuan kami menyelenggarakan FWI ini secara makro bertujuan pengembangan wakaf secara menyeluruh dan berkesinambungan sehingga bisa menyiapkan strategi untuk menjawab tantangan wakaf yang cukup besar di depan kita,” ungkap Susi.
Menurut Susi, secara mikro bisa mengajak semua stakeholder untuk mengkampanyekan wakaf produktif dengan masif baik bagi usia produktif juga kaum milenial, meningkatkan literasi wakaf bahwa wakaf ini tidak semata mata menyerahkan kepimilikannya kepada Allah SWT dan mendapat berkahNya.
“Tetapi lebih dari itu dengan pengelolaan wakaf yang optimal maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan tentu saja positive sidenya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menjadikan wakaf sebagai sebuah ekosistem baru yang kekuatannya sangat bermanfaat bagi semua yang terlibat,” ungkap Susi.
Lebih lanjut Susi berharap terlaksanakannya FWI yang pertama ini bisa menjadi milestone dan ada kemajuan untuk setiap proses pengembangan wakaf ke depannya. Acara business matching yang pertama dilakukan bisa membangun kepercayaan diri dan memotivasi para nazhir untuk optimis dalam pengelolaan harta benda wakaf. Demikian juga dengan para pengusaha dan pelaku UMKM ada cara baru dalam mengemangkan usaha dengan membangun sinergi bersama Nazhir sehingga akan terbentuk ekosistem baru dalam pengembangan wakaf. Semangat kebersamaan akan membuat kekuatan baru dalam penguatan ekonomi ke depannya.
Ahmad Juwaini, director of Islamic Social Finance, mengakui saat ini diperlukan sosialisasi yang masif sehingga tahun depan diharapkan naik 20 persen setiap tahunnya. Dengan semakin banyaknya dana yang dikelola maka akan semakin luas manfaatnya bagi masyarakat.[rea]






