Gresik (beritajatim.com)- Sebanyak 250 pemulung dan petugas kebersihan di area TPA Ngipik dan sekitarnya menerima bantuan sembako. Bantuan tersebut berasal dari Gusdurian Gresik, Forum Kerukunan Beragama (Formagam) dan Persatuan Gereja Indonesia (PGI).
“Bantuan ini sangat menginspirasi. Selain sebagai sarana membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dan sebagai ajang silaturrahmi,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kamis (7/4/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”ramadan”]
Mantan Ketua DPRD itu menjelaskan, kegiatan sosial ini juga mencerminkan kerukunan antar umat beragama yang kuat. Pasalnya, juga melibatkan organisasi keagamaan lainnya. Sementara itu, Joko Pratomo perwakilan Formagam mengatakan, kegiatan ini merupakan inisiasi jaringan Gusdurian setiap Ramadan.
“Sebelum pandemi jaringan Gusdurian menggelar kegiatan sahur bersama secara offline. Kini, kegiatan baksos tersebut menyapa dan bersilaturahmi dengan jaringan kelompok lintas agama,” katanya.
Selain di Gresik, jaringan Gusdurian melalui komunitas di setiap kabupaten/kota melakukan hal yang sama. Kegiatan gotong royong untuk membantu sesama yang membutuhkan uluran tangan.
Wartinah (59) salah pemulung menuturkan, dirinya tidak menyangka mendapat bantuan sembako yang disalurkan oleh bupati di TPA. “Tidak menyangka kami dapat sembako yang diserahkan oleh Bupati Gresik. Saya sampaikan terima kasih,” pungkasnya. [dny/suf]






