Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali atau yang biasa disapa Gus Muhdlor memberikan pesan penting menjelang tahun politik agar tidak mudah tersulut.
Peringati Kemerdekaan Indonesia yang ke-78 tahun dan Haul Sesepuh, warga Desa Kwangsan Kec. Sedati gelar Kwangsan Bersholawatdi Balai Desa Kwangsan.
Hadir dalam kegiatan religius tersebut, Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), Habib Alwi Bin Nuch Al Haddad, Habib Alwi Bin Mustofa Al Habsy dari Solo, serta K.H Achmad Chalwani dari Purworejo.
Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali mengapresiasi acara tersebut. Ia menyerukan agar acara serupa dapat diselenggarakan di banyak tempat.
“Acara seperti ini adalah acara yang penting untuk dikloning di semua tempat di Sidoarjo, mengapa? Karena semakin banyak kegiatan baik, Insya Allah akan menjadikan Sidoarjo menjadi kabupaten yang barokah,” ucapnya.
Baca Juga: Sekda Ngawi Angkat Bicara Soal Dirinya Diusulkan Sebagai Pj Bupati Magetan
Selanjutnya, terkait semakin dekatnya tahun politik, Bupati Gus Muhdlor berpesan kepada masyarakat agar menjaga persatuan dan tidak mudah terhasut.
“Hanya satu pesan saya, jangan pernah jauh dari para Habaib karena sejatinya NU dari dulu adalah Muhibbinnya (orang yang mencintai) para Habaib. Oleh karena itu jangan pernah mau untuk diadu-domba apalagi dikotak-kotakkan, ini ulama Jawa – ini ulama Arab, dan sebagainya,” pesan putra KH Agoes Ali Masyhuri pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat Lebo Sidoarjo itu.
Gus Muhdlor mengingatkan agar konsisten untuk tetap melakukan kegiatan positif. “Wong NU yo Muhibbin, Muhibbin yo wong NU, jangan mau dipecah diadu-domba dengan alasan apapun,” tutup lulusan Fisip Unair Surabaya itu. (isa/ian)






