Pasuruan (beritajatim.com) – Kota Pasuruan terus berinovasi dalam membangkitkan perekonomian di wilayah Kota Pasuruan. Hal ini dibuktikan dengan melaunching Batik Harmonie dengan motif khas.
Sebelum melaunching batik harmonie Pemkot Pasuruan melakukan pelatihan membatik. Pelatihan ini diikuti oleh 7 pengrajin batik senior dan kelompok binaan.
Menurut Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pasuruan, Fatma Saifullah Yusuf mengatakan bahwa pelatihan ini menitik beratkan pada pengkayaan motif dan warna. Sehingga muncul motif-motif baru batik Kota Pasuruan.
“Selain pelatihan bagi pengrajin batik kami juga mengadakan lomba desaign batik. Harapan bisa memberi ruang bagi anak-anak agar dapat melestarikan warisan budaya Indonesia,” kata Fatma.
Terdapat 250 kain batik yang dipamerkan di Gedung Harmonie Kota Pasuruan. Banyak motif yang dipamerkan tak hanya mltif daun sirih maupun suruh yang tidak ada ciri khasnya.
Menurut Fatma ada filosofinya dari batik motif baru ini dimana ada perpaduan yang harmonis dari beberapa unsur. Batik-batik dengan motif baru ini sangat mencirikhaskan Kota Pasuruan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gus-ipul”]
Diantaranya batik motif tugu alun-alun yang dililit daun suruh menggambarkan Kota Pasuruan akan tetap subur dan masyarakatnya hidup makmur. Motif keris untuk mengenang pahlawan Untung Suropati. Untuk air dan ombak lautan menggambarkan letak Kota Pasuruan berada di wilayah pesisir.
Untuk motif suruh temurosi dipercaya sangat berkhasiat sebagai obat dengan harapan warga Kota Pasuruan akan selalu sehat jasmani dan rohani, tetap bersatu dan bersama membangun Kota Pasuruan agar lebih baik lagi. Kalau motif daun suruh bersanding dengan belah kopi diartikan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
“Meskipun ada perbedaan pandangan tetapi kopi dapat memberikan inspirasi sejuta solusi,” pungkas Fatma.
Sementara itu Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dihadapan media mengatakan kegiatan ini merupakan inovasi dari motif batik yang sudah ada sebelumnya. Dengan kita berkolaborasi dengan para desaigner dan pengrajin batik Kota Pasuruan yang tujuannya untuk mencari motif yang baik dan lebih kekinian.
“Harapannya semakin dikenal, diminati dan dibeli oleh masyarakat luas, dan motif baru batik harmonie yang dilaunchinh malam ini nantinya juga akan kita patenkan,” beber Gus Ipul. (ada/ted)






