Pasuruan (beritajatim.com) – Beberapa kritik terlontar kepada Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf atau biasa disapa Gus Ipul dalam rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pandangan akhir fraksi, Senin (24/7/2023). Salah satu kritik yang disampaikan dari fraksi PKS dengan juru bicara Ismu Hardiyanto.
Ismu mengatakan bahwa selama ini Pemkot Pasuruan hanya omong kosong dalam memberikan santunan kematian. Sudah empat tahun lamanya kritikan ini selalu dilayangkan oleh Ismu namun Pemkot dinilai tidak ada tanggapan terkait hal tersebut.
Terdapat warga yang meninggal dunia selama 14 hari, namun santunan yang seharusnya diberikan masih belum keluar. Ismu mencontohkan dengan kota lainnya yang hanya membutuhkan waktu 7 hari sudah mendapatkan santunan kematian.
“Selama ini jawabannya hanya ada di atas kertas dan tidak ada kepastiannya sama sekali. Sedangkan kota kabupaten lainnya dalam mencairkan santunan hanya butuh 7 hari,” kata Ismu.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Pasuruan, Saifullah Yusuf mengatakan bahwa selama ini pihak Pemkot sudah bekerja secara maksimal. Terdapat kendala dalam steuktural belanja tak terduga (BTT) yang ada di Dinas Sosial.
Gus Ipul sapaan akrabnya mengatakan bahwa sudah melakukan koordinasi beberapa kali dengan Kepala Dinas Sosial. “Karena ini merupakan mekanisme BTT dan kami juga sudah mengingatkan terus,” kata Gus Ipul.
BACA JUGA:
Tak Ada Anggaran, 3 Videotron di Pasuruan Mati
Gus Ipul juga mengatakan bahwa dalam mekanisme struktur BTT bisa diubah. Jika struktural tersebut diubah, Gus Ipul menjanjikan santunan akan cair dalam jangka waktu 5 hari. [ada/but]






